Dhaka, LiputanIslam.com–Representasi Bangladesh dan Myanmar berencana melakukan pertemuan untuk membicarakan pemulangan ribuan warga Muslim Rohingya yang terlantar tanpa status di perbatasan antara kedua negara.

Komisioner Bantuan dan Pemulangan Pengungsi Bangladesh, Mohammad Abul Kalam, mengatakan bahwa pertemuan tersebut akan diadakan hari ini (20/2/18) di “jalur kosong” dekat sebuah kawasan bernama Gundum.

“[Diskusi ini] tentang memulangkan mereka kembali ke Myanmar,” kata Kalam.

Dia kemudian menambahkan bahwa tidak ada jadwal khusus untuk pemulangan pengungsi. Semua orang harus pulang secara sukarela dan pemerintah Myanmar harus menyediakan lingkungan yang aman bagi para warga Rohingya.

“Kita tidak bisa mengirimkan mereka secara paksa,” imbuh Kalam.

Namun, berbeda dari apa yang dinyatakan pihak Bangladesh, sejumlah pejabat Myanmar mengaku tidak tahu apa-apa tentang rencana pertemuan ini.

Sementara itu, Pejabat Informasi Publik badan pengungsi PBB (UNHCR), Caroline Gluck, mengaku khawatir jika warga Rohingya dikembalikan secara paksa ke Myanmar tanpa pertimbangan keselamatan bagi mereka.

“Orang-orang yang melarikan diri dari tindak kekerasan dan diskriminasi Myanmar tidak boleh dipaksa pulang melawan keinginan mereka,” ucap Gluck, sembari menambahkan bahwa UNHCR masih belum yakin jika kondisi di Rakhine state sudah aman untuk ditinggali.

Sampai kini, masih terdapat sekitar 6.500 warga Muslim Rohingya yang terlantar di perbatasan Bangladesh dan Myanmar. Sementara pasukan keamanan Bangladesh telah diinstruksi untuk tidak membiarkan kelompok korban persekusi ini untuk melewati perbatasan mereka. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*