bandara cengkarengJakarta, LiputanIslam.com — Jalan menuju “world class airport” pada 2016 bagi Bandara Internasional Soekarno-Hatta semakin terbuka lebar seiring dengan pengakuan dunia internasional terhadap pelayanan di bandara tersibuk di Indonesia itu.

Pekan lalu, lembaga yang diakui di dunia penerbangan internasional, yakni Skytrax memberikan peringkat ke-4 bagi Bandara Internasional Soekarno-Hatta di dalam jajaran bandara-bandara yang paling berkembang di dunia atau The World’s Most Improved Airport 2014.

Bukan main-main karena peringkat tersebut salah satunya didapat dari hasil survei yang dilakukan Skytrax terhahap 12,85 juta penumpang pesawat dari 110 negara berbeda.

Survei tersebut digelar sejak 2013 hingga Februari 2014, guna mengevaluasi pengalaman penumpang pesawat terhadap 39 item pelayanan di bandara seperti ketersediaan taksi beserta tarif yang wajar, lalu kenyamanan terminal, suasana di terminal, dan desain terminal, kemudian kebersihan terminal, kebersihan lantai, kebersihan di kursi, serta kebersihan di area publik.

Posisi Bandara Internasional Soekarno-Hatta di dalam daftar bandara paling berkembang itu lebih baik dari Ferenc Liszt International Airport di Rumania, Gatwick Airport di London, Baiyun Airport di Guangzhou, Dubai International Airport di Dubai, King Khalid International Airport di Riyadh, dan Barajas Airport di Madrid.

Adapun bandara yang berada di peringkat pertama dalam jajaran The Most Improved Airport 2014 versi Sytrax tersebut adalah Bao’an International Airport di Shenzhen, China.

“Target PT Angkasa Pura II adalah menjadi “world class company” yang mengelola “world class airport” pada 2016. Keberhasilan Bandara Internasional Soekarno-Hatta berada di peringkat ke-4 The Most Improved Airport 2014 tentu menjadi motivasi tambahan guna mencapai target tersebut,” jelas Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S. Sunoko, kepada media nasional kemarin.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang tercatat sebagai bandara tersibuk ke-8 di dunia pada 2013 saat ini beroperasi dengan 3 terminal penumpang yakni Terminal 1 dan Terminal 2 yang berkapasitas masing-masing 9 juta penumpang per tahun, serta Terminal 3 dengan daya tampung 4 juta penumpang per tahun.

Total, kapasitas daya tampung di 3 terminal tersebut adalah 22 juta penumpang namun pada 2013 pergerakan penumpang sudah mencapai 62,1 juta penumpang.

Bram Bharoto Tjiptadi, Senior General Manager PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta, mengatakan meskipun kondisi sudah sangat melampaui kapasitas namun pihaknya tetap berupaya memberikan pengalaman maksimal.

“Pelayanan terus kami tingkatkan, dimana yang terbaru salah satunya adalah disepakatinya tingkat pelayanan standar dan jaminan pelayanan standar untuk taksi guna memastikan kenyamanan dan kepuasan pelanggan,” jelas Bram.

PT Angkasa Pura II juga tengah melakukan berbagai pengembangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, diantaranya adalah Terminal 3 Ultimate yang tahap I akan mulai beroperasi pada September tahun ini.

Adapun T3 Ultimate diproyeksikan akan menjadi terminal penumpang yang dilengkapi sejumlah fasilitas modern.(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL