Gardu_Induk_Penggilingan_8214Balikpapan, LiputanIslam.com — Kinerja BUMN kelistrikan Indonesia semakin amburadul saja. Belum selesai masalah “krisis listrik” di Sumatara Utara yang membuat warga gubernur provinsi itu sampai mengadu kepada presiden, namun tidak mendapat tanggapan, pemadaman listrik bakal dialami warga kota Balikpapan. Selama bulan Maret ini, Balikpapan bakal menghadapi pemadaman listrik bergilir. Ironisnya, Balikpapan adalah kota yang mendapat julukan sebagai Kota Minyak (Banua Patra).

“Ada perawatan dan perbaikan jaringan selama sebulan di Balikpapan,”  kata Kepala Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Balikpapan Priyo Wurianto kepada media massa, Senin (10/3). Secara bergilir, listrik pelanggan di seluruh kota akan mati 3 hingga 4 jam.  Pemutusan aliran listrik dilakukan sejak pukul 09.00 hingga 21.00 WITA.

PLN akan melakukan penelusuran dan perbaikkan. Untuk pekerjaan itu, katanya, listrik harus dalam kondisi dipadamkan. Priyo  hanya bisa meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dilakukan setiap hari ini. “Kami meminta pengertian masyarakat dan mengantispasi pemadaman itu,” ujarnya.

Priyo menjamin, setelah dilakukan perawatan dan perbaikkan jaringan tidak akan ada lagi pemadaman listrik di Balikpapan yang berpenduduk 668.070 jiwa. Termasuk ketika adanya gangguan akibat cuaca maupun bencana alam.

April tahun lalu,  pemadaman listrik bergilir terjadi di Balikpapan, Samarinda, dan Tenggarong Kutai  Kartanegara. PT PLN Kalimantan Timur beralasan langkah itu dilakukan karena kekurangan daya hingga 30 megawatt (MW) dan rusaknya sejumlah mesin pembangkit di sistem Mahakam.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL