Washington, LiputanIslam.com—Publik AS dan media-media Barat sejak beberapa hari terakhir heboh memberitakan isu skandal seks Trump dengan pekerja seks komersial. Media massa yang pertama kali merilis isu itu adalah CNN. Akibatnya, kemarin, Trump dalam konferensi pers, menolak menjawab pertanyaan reporter CNN dan mengatakan, “CNN adalah media berita palsu.”

Ada apa sebenarnya?

Kasus ini bermula dari tersebarnya sebuah catatan intelijen yang konon dibuat oleh mata-mata Inggris. Memo itu berisi kompromi Trump dengan Rusia, setelah Moskow memegang data-data skandal seks dan suapTrump. Dengan kata lain, Trump digambarkan telah “diperas” oleh Rusia.

Trump meluapkan kemarahannya melalui Twitter. “FAKE NEWS – A TOTAL POLITICAL WITCH HUNT! (Berita palsu-Sepenuhnya politik peburuan penyihir!)” tulis Trump dalam huruf kapital melalui akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, Rabu (11/1/2017).

Namun tak lama, netizen bisa melacak bahwa memo itu memang palsu dan sengaja dibuat oleh pengguna 4Chan, media sosial. Kisah palsu itu kemudian jatuh ke tangan CIA.  Tanpa memverifikasi, memo ini disebarkan secara internal di kalangan media massa mainstream.

Bahkan, sinopsis dari memo (dua halaman)  itu juga masuk ke dalam laporan CIA, FBI, dan NSA yang berjudul “Campur Tangan Rusian dalam pemilu.”

CNN dan BuzzFeed adalah media mainstream pertama yang memberitakan skandal ini, dan dengan segera disebarluaskan oleh berbagai media lainnya.

Setelah berhasil memunculkan kehebohan, pengguna 4Chan  menulis klarifikasi berikut ini:

-kami mengirim kisah fiksi ini kepada tokoh anti-Trump, Rick Wilson.

-Rick mengira kisah itu asli dan memberikannya kepada CIA

-CIA memasukkan memo ini dalam laporan resmi rahasia mereka (official classified intelligence report) tentang keterlibatan Rusia dalam pemilu.

-Atas dasar kisah fiksi yang kami buat ini, CIA menyimpulkan bahwa rencana Rusia adalah memeras Trump.

Dan sebenarnya, sejak awal bila para jurnalis CNN menjalankan asas-asas jurnalistik, mereka segera mencium kepalsuan memo ini. Antara lain, memo itu diawali dengan kalimat “CONFIDENTIAL / SENSITIVE SOURCE” padahal dokumen CIA maupun M16 (agen intel Inggris) tidak pernah menggunakan frasa itu di awal memo.

Pertanyaannya, bila agen rahasia sehebat CIA saja bisa tertipu berita hoax, apalagi rakyat awam?(dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:
Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL