pembangkang ukraina rampas panserMariupol, LiputanIslam.com — 69 tahun yang lalu penduduk kota ini bertempur mati-matian untuk mengusir tentara Jerman yang menyerbu dan menduduki kota ini. Peristiwa yang sama terulang, Jumat kemarin (9/5), ketika penduduk mengusir pasukan Ukraina yang menyerbu kota yang terletak di Ukraina timur itu.

Bedanya, jika dahulu penduduk bertempur dengan senjata, kali ini penduduk hanya mengandalkan keberanian.

Satu kendaraan lapis baja Ukraina berjalan kencang di jalanan kota, ketika seorang warga tiba-tiba muncul dan berdiri di depan kendaraan perang itu. Terkejut, kendaraan lapis baja itupun memperlambat lajunya untuk memberi kesempatan orang itu menghindarkan diri dari lindasan kendaraan berbobot belasan ton itu. Namun, bukannya minggir, orang itu justru mencoba menahan laju kendaraan itu dengan tubuhnya.

Dan saat pengemudi kendaraan itu kebingungan, belasan orang tiba-tiba saja sudah mengerubuti kendaraannya. Beberapa orang bahkan berdiri tepat di depan kendaraannya, mencoba menahannya dengan tangan mereka meski tentu saja sia-sia. Kendaraan itu terlalu kuat untuk ditahan oleh ratusan orang sekalipun. Seorang di antara penduduk bahkan melepaskan bajunya sembari menantang pengemudi kendaraan itu untuk melindasnya.

Akhirnya, setelah cukup lama mencoba meringsek kerumunan, kendaraan itu pun berhasil melarikan diri dari kejaran warga yang meneriakinya, “Fasis! Fasis!”.

Beberapa kendaraan lapis baja mengalami kejadian yang sama. Dan setelah melalui drama yang menegangkan, termasuk beberapa orang yang terlindas, kendaraan-kendaraan itu pun berhasil melarikan diri dari kejaran warga. Namun satu kendaraan lapis baja berhasil dihentikan dan direbut oleh warga, dan personil yang berada di dalamnya pergi dengan kendaraan militer lainnya.

Itulah beberapa gambar video yang diunggah penduduk Mariupol ke YouTube dan bisa dilihat disini: http://rt.com/news/157996-civilians-block-apc-mariupol/

Video-video itu memperlihatkan semangat spontan penduduk kota tersebut untuk mempertahankan diri dari serangan pasukan “Junta Kiev”, demikian sebutan penduduk bagi rezim Ukriana yang terbentuk melalui kudeta berdarah terhadap presiden terpilih Ukrina, Victor Yanukovych.

Kendaraan lapis baja yang direbut penduduk kemudian didorong dengan truk ke tengah lapangan kota sebagai tontotan warga. Satu kemenangan kecil sebagai hadiah peringatan “Hari Kemenangan” (Victory Day) ke 69 tahun yang diperingati untuk menghormati kemenangan Rusia atas tentara Nazi Jerman.

Dalam aksi militer Ukraina di kota itu hari Jumat (9/5) kemarin, otoritas lokal menyebut sebanyak 7 warga kota tewas dan 39 luka-luka. Otoritas Kiev menyebut sebanyak 20 “teroris” berhasil ditewaskan.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL