Washington, LiputanIslam.com–Media-media arus utama AS merilis sejumlah laporan tentang serangan di Gaza baru-baru ini dengan cara yang menyimpang.

Direktur eksekutif If Americans Knew dan penulis buku Against Our Better Judgment: The Hidden History of How the U.S. Was Used to Create Israel, Alison Weir, menulis artikel di Mintpress News bahwa media-media arus utama ini hanya menekankan kematian di pihak Israel. Di saat yang sama, mereka mengabaikan genosida terhadap warga Gaza yang telah terjadi selama bertahun-tahun dan membingkai aksi Israel sebagai tindakan defensif.

Berita-berita berat sebelah ini bisa dilihat dari salah satu laporan New York Times tentang kekerasan di Gaza:

“Pertikaian antara Israel dan Gaza meningkat dengan cepat pada hari Minggu dalam pertempuran terburuk sejak perang pada 2014, dengan serangan roket dan rudal Palestina menewaskan empat warga sipil Israel dan pasukan Israel menembak individu-individu militan Gaza.”

Sementara itu, Fox News menulis laporan seperti berikut:

“Korban tewas terus meningkat pada hari Minggu dari kedua pihak di perbatasan Israel-Gaza dalam salah satu pertempuran paling intens di wilayah ini dalam beberapa tahun terkahir…

Militan Palestina di Jalur Gaza menembakkan lebih dari 600 roket ke Israel selatan dalam waktu kurang dari 24 jam, dan menewaskan sedikitnya empat warga Israel dan beberapa lainnya dalam kondisi kritis.”

Di bawah ini adalah laporan yang dirilis oleh Washington Post:

Gencatan senjata yang buruk telah usai di kota-kota Israel selatan pada hari Senin setelah pada minggu lalu sebanyak 600 roket ditembakkan dari Jalur Gaza, [meski] tidak semua penduduk menganggap gencatan senjata itu tindakan yang baik.

Di dekat rumah rusak milik Moshe Agadi (58), orang Israel pertama yang tewas akibat serangan roket dari Gaza sejak 2014, para ibu telihat membawa anak-anak mereka bermain di taman setelah 48 jam berlindung di dalam ruangan pelindung. ”

Alison Weir menulis, berdasarkan laporan-laporan ini, terlihat bahwa media arus utama sangat Israel-sentris.

Fakta-fakta yang jarang disebut-sebut adalah, militer Israeli telah membunuh sekitar 290 dan melukai lebih dari 29.000 warga Gaza sejak awal demo Great March of Return pada 30 Maret.

Di antara mereka yang terbunuh atau cacat adalah petugas medis, wanita, anak-anak, dan jurnalis. Sekitar 126 warga Gaza terpaksa mengalami amputasi kaki dan/ atau lengan akibat serangan militer Israel.

Selama serangan di Gaza dalam tiga hari terakhir, terdapat 27 warga Palestina dan empat orang Israel yang terbunuh.

Pada hari Jumat, 3 Mei, pasukan Israel membunuh 4 warga Palestina dan melukai 82 orang. Di antara yang terluka adalah 34 anak-anak, dua wartawan, dan tiga paramedis.

Pada hari Sabtu, 4 Mei, pasukan Israel membunuh 4 warga Palestina (termasuk seorang bayi dan ibunya). Pasukan Israel juga menghancurkan sebuah bangunan kantor berita. Organisasi jurnalistik di seluruh dunia mengutuk serangan ini. Namun, kejadian ini sebagian besar tidak dilaporkan oleh media AS.

Pada hari Minggu, 5 Mei, pejuang perlawanan Palestina menewaskan 3 warga Israel dan 1 warga Israel-Palestina. Tentara Israel kemudian membunuh 19 warga Palestina, termasuk seorang bocah lelaki berusia 12 tahun dan seorang bayi berusia 4 bulan bernama Maria. Penembakan Israel ini telah menghancurkan 600 rumah, pabrik, dan mata pencaharian Palestina. (ra/mintpress)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*