Washington, LiputanIslam.com—Sebuah memo dari badan intelijen FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) memperingatkan bahwa gerakan supremasi kulit putih memberikan ancaman yang lebih besar dibandingkan organisasi ekstrimis lainnya.

Berdasarkan sebuah laporan intelijen yang berhasil didapatkan  Foreign Policy, badan-badan keamanan AS tengah was-was atas ancaman domestik dari kelompok supremasi kulit putih ini.

Ketika Presiden Donald Trump sibuk memperingatkan warga Amerika akan bahaya imigran dari Amerika Latin, negara Muslim, dan geng MS-13, FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) malah menyimpan catatan bahwa anggota kelompok supremasi kulit putih bertanggungjawab atas “49 pembunuhan dalam  26 serangan dari tahun 2000 sampai 2016, lebih dari kejahatan gerakan ekstrimis lainnya.”

“Kelompok minoritas rasial telah menjadi korban utama kejahatan [kelompok supremasi kulit putih]. Korban paling banyak kedua adalah ras Kaukasia lainnya…” demikian catatan dari FBI dan DHS.

Laporan ini juga berisi penjelasan detil mengenai sejumlah serangan kelompok supremasi selama 2016. Salah satunya ada kasus penusukan terhadap pria kulit hitam yang dituduh mencium wanita kulit putih di Olympia, Washington. Kasus lainnya adalah pembunuhan pria kulit hitam yang lain di Fort Wayne, Indiana.

Pada Senin lalu, Senat negara bagian Illinois membuat resolusi yang berisi permintaan kepada polisi agar kelompok supremasi dan neo-Nazi ditandai  sebagai organisasi teroris. (ra/mintpress)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL