Tepi Barat, LiputanIslam.com–Organisasi HAM Military Court Watch (MCW) menemukan bahwa kebanyakan anak Palestina yang dipenjara selama tahun 2017 telah mengalami siksaan dan kekerasan fisik oleh tentara Israel di penjara.

MCW, yang aktif memonitor perlakuan terhadap anak-anak di penjara Israel, merilis laporan pada Kamis (21/12/17) bahwa 2/3 dari 70 tahanan remaja Palestina dengan rentang umur 12 sampai 17 tahun menjadi korban kekerasan di penjara.

Perlakuan kasar yang dialami berupa tamparan, tendangan, cubitan dan pemukulan dengan berbagai benda.

Angka korban memperlihatkan kenaikan dari tahun lalu.

Pada tahun 2013, UNICEF juga merilis laporan kekerasan terhadap tahanan anak-anak Palestina. Isinya bahwa “perilaku buruk terhadap anak-anak di penjara terlihat sistematis, meluas,… dari saat penangkapan sampai dakwaan terhadap anak…”

UNICEF mengecam tindakan penangkapan malam hari, dengan cara diborgol dan ditutup mata, tanpa diberi akses ke pengacara dan orangtua mereka.

Sejak publikasi laporan itu, MCW sudah mengumpulkan total 540 pengakuan kekerasan dari tahanan anak di Tepi Barat. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL