(AP Photo/Ariel Schalit)

Gaza, LiputanIslam.com—Pemerintah Israel baru-baru ini mengumumkan kebijakan ‘toleransi nol’ terhadap demonstran Palestina.

Badan HAM Amnesty International pun mengecam kebijakan ini, dengan memperingatkan bahwa akan ada lebih banyak kematian setelah 6 bulan aksi demo ini berlangsung.

Demonstrasi Great March of Return terus berlanjut di perbatasan Jalur Gaza hingga hari Jumat (19/10/18) kemarin. Terdapat 130 warga terluka, termasuk 25 anak di bawah umur. Sampai kini, tentara Israel telah membunuh lebih dari 150 warga Palestina dan melukai ribuan lainnya.

“Melihat rekam jejak Israel yang buruk dengan menggunakan kekuatan mematikan terhadap demonstran Palestina di Gaza, termasuk terhadap jurnalis, petugas medis, dan lainnya, pengumuman kebijakan ‘toleransi nol’ ini sangat memprihatinkan,” kata Saleh Higazi, wakil direktur Amnesty International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.

Dia menyebut serangan Israel yang berlebihan dan tidak semestinya terhadap demonstran tak bersenjata Palestina merupakan “pelanggaran hukum internasional yang tidak senonoh.”

“Terdapat kekhawatiran serius bahwa kebijakan ini akan melegalkan lebih banyak serangan ke demonstran… dan tentara Israel akan diberi kekuasaan penuh untuk melakukan pembunuhan berskala besar…,” papar Higazi.

Meski detil kebijakan ini belum dirilis di publik, Higazi menyerukan para pemimpin dunia untuk menekan rezim Israel agar berhenti menyerang para demonstran.

“Inilah saatnya komunitas internasional menunjukkan ‘toleransi nol’ terhadap Israel yang merendahkan nyawa Palestina, dan yang mengabaikan kewajiban mereka di bawah hukum internasional,” tegasnya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*