Washington, LiputanIslam.com–Sejumlah badan HAM Amerika mengkritik keras keputusan Mahkamah Agung AS untuk mendukung peraturan larangan perjalanan bagi sejumlah negara bermayoritas Muslim yang dibuat oleh Presiden Donald Trump.

Badan HAM bernama American Civil Liberties Union (ACLU) dan organisasi lain lain melawan keputusan MA tersebut pada Selasa (26/6/18), dengan menyebut keputusan itu sebagai kesalahan bersejarah.

“[Peraturan ini] akan tercatat dalam sejarah sebagai salah satu kesalahan terbesar Mahkamah Agung,” kata Omar Jadwat, seorang pengacara yang bekerjasama dengan ACLU.

“Pengadilan telah gagal hari ini, dan maka dari itu, publik dibutuhkan lebih dari sebelumnya. Kita harus memberitahu dengan jelas kepada wakil kita: Jika kalian tidak melakukan langkah untuk membatalkan atau mencabut larangan Muslim oleh Trump, itu berarti kalian tidak mendukung prinsip paling dasar dari negara ini, yaitu kebebasan dan keadilan,” paparnya.

Pendiri Dewan Hubungan Amerika-Islam, Nihad Awad, juga mengecam keras keputusan ini yang menurutnya telah  “membawa kita kembali ke masa kegelapan masyarakat kita.”

Awad menyebut pemerintahan Trump sebuah “pemerintahan supremasi kulit putih” yang menyuntikkan ketakutan kepada “kelompok agama dan masyarakat kulit berwarna”.

Sementara, badan HAM lain bernama Muslim Advocates, memaparkan bahwa larangan perjalanan itu telah menyebabkan pemisahan keluarga dan mencegah orang-orang bekerja, jalan-jalan, studi, dan mencari perawatan kesehatan yang lebih baik.

“Jika ini bisa terjadi kepada Muslim, ini bisa terjadi kepada semua orang,” tegas  Muslim Advocates. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*