topan siklonPort Villa, LiputanIslam.com — Badai Siklon (Cyclone Pam) menerjang dan meluluhlantakkan kawasan Pasifik Selatan. Lembaga-lembaga keselamatan menyebutkan.

“Rumah-rumah di ibukota, Port Vila, hancur dan orang-orang berkeliaran di jalanan untuk mencari pertolongan,” kata Tom Skirrow dari kelompok ‘Save the Children’.

Menurut Tom, setidaknya 8 orang dinyatakan tewas, namun PBB menyebutkan jumlahnya kemungkinna besar jauh lebih besar mencapai puluhan orang. Demikian seperti dilansir BBC News, Sabtu (14/3).

Sementara itu Presiden Vanuatu menyatakan kesedihannya atas musibah itu dan menyerukan masyarakat internasional untuk memberikan bantuan.

Badai Siklon Pam menerjang dengan kecepatan hingga 270 km per-jam dengan membawa hujan angin.

Chloe Morrison, pegawai komunikasi perusahaan World Vision di Port Vila, mengatakan, jalanan dipenuhi dengan reruntuhan atap rumah dan pohon-pohon serta tiang-tiang listrik yang tumbang. Ia menyebutkan adanya laporan sebuah desa di wilayah yang terpencil yang telah hancur sama sekali.

“Ini masih sangat berbahaya berada di luar. Kebanyakan orang masih dicekam ketakutan,” katanya.

“Kerusakan sangat parah di Port Vila, namun masih ada banyak wilayah di pulau-pulau yang sangat riskan. Saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada masyarakat di tempat-tempat itu,” tambah Chloe.

Jubir Unicef Alice Clements yang tengah berada di Vanuatu menyebutkan bencana itu sebagai “15 sampai 30 menit yang dipenuhi terror”, saat badi itu melawati Port Vila.

“Saya melihat pintu dorong hotel tempat saya menginap terhempas, ini sangat menakutkan,” kata Clements.

Kantor Unicef di New Zealand mengingatkan badai Siklon  Pam kemungkinan menjadi bencana paling parah di kawasan itu.

“Meski masih terlalu dini, laporan-laporan awal menunjukkan bahwa bencana ini sebagai salah satu bencana paling parah di kawasan Pasifik,” kata Direktur Unicef New Zealand Vivien Maidaborn dalam pernyataannya.

Presiden Vanuatu Baldwin Londsdale tengah berada di Tokyo mengikuti konperensi internasional penanggulangan bencana. Mengetahui bencana di negaranya, ia pun menyerukan bantuan internasional.

“Saya berbicara kepada Anda hari ini dengan hati yang sangat sedih. Saya berdiri untuk meminta, atas nama pemerintah dan rakyat Vanuatu, kepada masyarakat internasional untuk mengulurkan tangannya,” kata Londsdale.

Sebuah laporan yang belum terkonfirmasi menyebutkan sebanyak 44 orang tewas di Provinsi Penama di timur-laut Vanuatu, demikian pernyataan UN’s Office for the Co-ordination for Humanitarian Assistance (UNOCHA).

Sementara itu Menlu Australia Julie Bishop mengatakan negaranya tengah bersiap untuk mengirimkan tim penolong, jika dibutuhkan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*