bencana himalayaKathmandu, LiputanIslam.com — Setidaknya 26 pendaki gunung dan 3 warga lokal tewas akibat badai salju dan longsor yang menerjang wilayah Thorang-La, Annapurna, Nepal, hari Rabu (15/10).

Sebagaimana laporan BBC News, badai salju yang lebat telah memicu terjadinya beberapa longsoran di jalur pendakian pegunungan Himalaya, terutama di titik pendakian Annapurna Circuit yang menjadi basis pendakian.

Beberapa pendaki dinyatakan masih hilang. Sementara BBC menyebut peristiwa ini adalah bencana terburuk yang pernah terjadi di wilayah itu.

Di antara korban tewas diketahui berasal dari negara-negara Kanada, Slovakia, India, dan Israel. Sementara seorang warga Perancis tewas setelah terperosok ke Sungai Budhi Gandaki di tengah hujan badai salju.

Badai salju yang buruk ini diduga kuat terkait dengan topan badai Hudhud yang menerjang India.

Bencana ini menambah buruk catatan kecelakaan fatal yang terjadi pada pendakian pegunungan Himalaya di Nepal, yang menjadi salah satu sumber ekonomi Nepal. Pada bulan April lalu 16 pemandu profesional tewas oleh terjangan salju yang longsor sehingga mengurangi secara signifikan jumlah ekspedisi ke puncak Himalaya.

Insiden terakhir terjadi pada masa puncak musim pendakian tahun ini. Insiden terjadi pada ketinggian 4.500 meter di atas permukaan tanah, tidak jauh dari puncak terdekat, Thorung La.

Para pendaki yang tewas diketahui tengah dalam perjalanan ke kembali ke bawah untuk menghindari badai.

Seorang perwira militer Nepal yang mengkoordinir pencarian mengatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan 2 helikopter dari ibukota Kathmandu untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan.

Ribuan pendaki dari seluruh dunia datang ke Annapurna Circuit setiap bulan Oktober, ketika kondisi cuaca dianggap paling ideal untuk melakukan pendakian.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL