mata najwa 1Jakarta, LiputanIslam.comKasus ditahannya Brigardir Polisi (Brigpol) Rudy Soik seusai memberikan kesaksian di acara Mata Najwa terkait human trafficking (perdagangan manusia), mengundang simpati sekaligus kemarahan dari masyarakat. Rudy dinilai telah menjadi korban atas keberaniannya mengungkapkan mafia traficking, dan karenanya, melalui Change.org, mereka memberikan dukungan agar Rudy tidak gentar melawan kendati saat ini ditahan.

“Untuk itu, mari kita bersama bergandengan tangan memberi dukungan kepada Brigpol Rudy Soik untuk melawan para mafia hukum di Polda NTT  yang hendak menghambat proses penyidikan kasus trafficking di daerah tersebut,” demikian ajakan di petisi tersebut.

Eddy Messakh, yang menggagas dukungan untuk rudy di Change.org, meminta masyarakat untuk turut menandatangani petisi. Dan hingga ini diturunkan, 12.617 orang telah berpartisipasi. Berikut ini adalah keterangan lengkap kasus human trafficking di NTT yang dituliskan Eddy di Change.org;

Perempuan dan anak-anak di bawah umur dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) seringkali menjadi korban perdagangan manusia atau trafficking, baik untuk dipekerjakan secara ilegal ke luar negeri maupun ke berbagai daerah lain di Indonesia. Tidak sedikit korban trafficking itu adalah perempuan di bawah umur yang kemudian disiksa hingga menemui ajal oleh majikannya. 

Korban trafficking umumnya ditipu para perekrut tenaga kerja yang disebar oleh sejumlah Perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) ke kampung-kampung. Kepada para korban yang umumnya masih di bawah umur, para perekrut maupun pengelola PJTKI memberikan janji muluk-muluk, di antaranya tawaran gaji menggiurkan, agar bersedia disalurkan sebagai pekerja ke luar negeri atau ke daerah lain. Namun, setelah dikirimkan ke daeah/negara tujuan, para TKI/TKW diperlakukan layaknya budak, bahkan tidak sedikit yang meregang nyawa. 

Sudah banyak bukti. Sebut saja Nirmala Bonat yang mengalami siksaan luar biasa oleh majikannya di Malaysia, Wilfrida Soik yang nyaris dihukum mati di Malaysia, atau penyekapan sejumlah TKI asal NTT di Medan yang menyebabkan dua orang meninggal dunia. Demikian pula penyekapan dan tindakan kekerasan terhadap TKI/TKW asal NTT di Pulau Batam, Kepulauan Riau, serta banyak lagi kasus serupa.

Penyekapan, kekerasan fisik, bahkan pembunuhan terhadap TKI/TKW NTT sering terjadi dan telah berlangsung selama bertahun-tahun, namun kasus-kasus tersebut tak pernah tuntas. Tidak ada keseriusan Kepolisian Daerah (Polda) NTT dan Pemerintah Provinsi NTT untuk menuntaskan kasus tersebut. Pun tercium adanya dugaan kerjasama antara oknum perwira di Polda NTT dengan para PJTKI. Kini muncul kecurigaan masyarakat dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat di NTT bahwa ada mafia hukum yang memperjualbelikan kasus, tak terkecuali kasus-kasus terkait pengiriman TKI/TKW illegal ke luar NTT. 

Brigadir Polisi (Brigpol) Rudy Soik sebagai putra asli NTT terpanggil untuk menyelamatkan saudara/i sedaerah dari tindakan trafficking. Namun ketika sedang memproses kasus 52 TKW illegal asal NTT yang hendak diselundupkan ke luar daerah, mendadak dihentikan secara sepihak oleh atasannya, yakni Direktur Krimsus Polda NTT, Komisaris Besar Mochammad Slamet. Merasa tidak ada yang salah dalam proses penyidikan tersebut, Brigpol Rudy Soik melaporkan atasannya tersebut ke Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM). Atas tindakannya, muncul selentingan di lingkungan Polda NTT bahwa Brigpol Rudy Soik akan di-Susno Duadji-kan alias dicari-cari kesalahannya kemudian dipecat dari Polri.

Brigpol Rudy Soik tidak gentar dan siap dipecat demi mencegah terus berulangnya trafficking terhadap perempuan dan anak-anak di bawah umur asal NTT. Untuk itu, mari kita bersama bergandengan tangan memberi dukungan kepada Brigpol Rudy Soik untuk melawan para mafia hukum di Polda NTT  yang hendak menghambat proses penyidikan kasus trafficking di daerah tersebut. Mari kita lawan semua jaringan trafficking di NTT, termasuk mereka yang bersembunyi di ketiak pejabat kabupaen/kota, Pemerintah Provinsi NTT,  dan Polda NTT. Lawan sekarang… !

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi mendukung Brigpol Rudy, silahkan tandatangani petisi di http://chn.ge/1orOTcT. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL