Washington, LiputanIslam.com–RUU pertama tahun 2019 yang diloloskan oleh Senat AS merupakan RUU pro-Israel. Demikian kata Senator Marco Rubio lewat cuitan dan media sosialnya.

RUU empat bagian bernama S.1  ini berisi komponen-komponen pro-Israel yang sempat gagal diloloskan Kongres pada tahun 2018. Beberapa kebijakan didalamnya berasal dari AIPAC, Komite Hubungan Publik Israel-AS.

Komponen pertama bernama “Undang-Undang Otorisasi Bantuan Keamanan Amerika Serikat-Israel Ileana Ros-Lehtinen 2019” yang isinya bisa dilihat di sini. RUU ini akan menyalurkan dana senilai $33 miliar kepada Israel selama sepuluh tahun ke depan. Ini merupakan paket bantuan militer terbesar dalam sejarah AS.

Komponen kedua berjudul “Memerangi Gerakan BDS 2019” yang memungkinkan pemerintah negara bagian untuk melarang kerjasama dengan entitas apa pun yang berpartisipasi dalam gerakan BDS. Gerakan ini adalah gerakan boikot Israel yang memperjuangkan HAM atas Palestina. Sudah banyak organisasi dan individu yang menentang RUU ini karena melanggar kebebasan berbicara. AIPAC adalah pendukung kuat RUU tersebut.

Komponen ketiga adalah “Undang-Undang Perpanjangan Kerjasama Pertahanan Amerika Serikat-Yordania”, di mana AS akan menyalurkan dana ke Yordania. Israel diketahui menggunakan paket bantuan AS bagi sejumlah pemerintahan Timur Tengah sebagai bagian dari strategi divide-and-conquer di kawasan tersebut.

Selanjutnya, komponen keempat “Undang-Undang Perlindungan Sipil Suriah 2019” akan menjatuhkan sanksi kepada pemerintah Suriah. (ra/mintpress)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*