pengungsi eropaWina, LiputanIslam.com — Austria akan mengambil langkah lebih tegas untuk mengusir pengungsi bermotif ekonomi, guna menurunkan angka perpindahan karena tidak melihat sedikit pun bantuan dari negara lain Eropa untuk mencegah arus pendatang menuju perbatasannya. Demikian kata pejabat pemerintah, Selasa (12/1).

Ratusan ribu orang, yang lari dari perang dan kemiskinan di Timur Tengah, Afghanistan dan tempat lain, memasuki Austria sepanjang tahun lalu, banyak di antaranya bertujuan ke Jerman, negara tetangga Austria  yang dianggap lebih terbuka terhadap pengungsi.

Menurut angka Kementerian Dalam Negeri Austria, sekitar 90 ribu pendatang mencari suaka di Austria, negara berpenduduk 8,5 juta jiwa,  pada 2015, sekitar tiga kali lipat daripada angka pada tahun sebelumnya.

Wakil Kanselir Reinhold Mitterlehner, dari partai konservatif koalisi, mengatakan Austria berada di posisi tertekan untuk bertindak di tingkat nasional, di tengah ketiadaan bantuan dari negara tetangganya di Uni Eropa.

“Saya tidak melihat apapun di tingkat Eropa menuju ke arah pengambilan tindakan,” kata Mitterlehner kepada wartawan, menunjuk pada lambannya perkembangan untuk menetapkan titik panas di perbatasan terluar Eropa untuk mempercepat proses suaka.

Mendagri Johanna Mikl-Leitner mengatakan aturan Dublin harus diberlakukan dengan lebih ketat, yang akan memungkinkan pengiriman balik migran ke negara Uni Eropa tempat mereka pertama kali tiba.

Ia juga menyebut pengungsi yang lari dari perang sebagai migran ekonomi, namun melintasi beberapa negara UE untuk menetap di satu negara yang mereka anggap makmur, seperti Swedia dan jerman, yang saat ini mengirim balik ratusan migran ke Austria.

Kanselir Werner Faymann menyuarakan pendapatnya mengenai perlunya menurunkan angka pengungsim dan menyerukan adanya Rencana B.

“Itu berarti mengintensifkan kebijakan bersama dengan Jerman untuk mengirim balik migran ekonomi dan menurunkan jumlah keseluruhan,” kata Faymann yang berasal dari partai Sosial Demokrat dalam wawancara dengan harian Austria Krone yang dipublikasikan Selasa, seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan Austria perlu menggali lagi pembedaan antara mereka yang mengungsi karena perang dan mereka yang bermigrasi karena alasan ekonomi.

“Sekarang kami akan lebih aktif di perbatasan kami. Jerman juga akan melakukan hal sama,” kata Faymann, namun menolak menyebutkan langkah khasnya.

Faymann yang sebelumnya lebih lunak soal penerimaan migran, mendapat tekanan dari rekan koalisi konservatif dan Partai Kemerdekaan kanan-jauh, yang didukung sekitar sepertiga masyarakat dalam jajak pendapat.

Pada Desember, ia mengatakan Austria harus meningkatkan deportasi pendatang yang tidak memenuhi syarat untuk menerima suaka.

Polisi Austria mengatakan Senin, Jerman semakin banyak menolak migran yang masuk di perbatasan selatan negara itu, mengirimkan balik beberapa ratus orang ke Austria setiap hari sejak awal Januari.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL