Kantor pusat lembaga KAICIID di Wina, Austria.

Wina, LiputanIslam.com–Pemerintah Austria mengumumkan rencana untuk menutup sebuah lembaga yang didanai Saudi di Wina karena dugaan pelanggaran HAM oleh pemerintah Saudi, di mana seorang remaja terancam dieksekusi karena berpartisipasi dalam protes anti-rezim.

Keputusan itu muncul setelah anggota Partai Kebebasan sayap-kanan, pihak liberal Neos dan Sosial Demokrat mengeluarkan mosi di parlemen Austria untuk menghentikan kegiatan Lembaga Dialog Antaragama dan Antarbudaya Raja Abdullah bin Abdulaziz (KAICIID).

KAICIID adalah proyek bersama yang diluncurkan pada 2012 berdasarkan perjanjian yang ditandatangani oleh Austria, Spanyol dan Arab Saudi. Lembaga antarpemerintah ini bertujuan untuk mempromosikan dialog antaragama untuk mencegah dan menyelesaikan konflik.

“Ini adalah sinyal untuk [mendorong] hak asasi manusia di Arab Saudi, yang diharapkan akan diikuti oleh banyak orang, tidak hanya di Eropa,” cuit anggota parlemen, Peter Pilz, di laman Twitter.

Mosi itu juga meminta pemerintah dan kemenlu Austria untuk “menggunakan semua cara politik dan diplomatik yang tersedia” untuk mencegah eksekusi remaja bernama Murtaja Qureiris, yang ditangkap pada tahun 2014.

Pada usia 10 tahun, Murtaja terekam berpartisipasi dalam aksi protes di Provinsi Timur Arab Saudi. Dalam rekaman itu, ia terlihat memegang sebuah megafon dan berteriak kepada massa, “Masyarakat menuntut hak asasi manusia!”

Tak lama kemudian, bocah itu dituduh mendampingi saudara lelakinya yang adalah seorang aktivis, Ali Qureris, dalam melemparkan bom molotov ke kantor polisi. Pada usia 13 tahun, Murtaja ditangkap ketika sedang bepergian bersama keluarganya ke Bahrain. Ia disebut sebagai tahanan politik termuda di Arab Saudi. Dia juga kini terancam dijatuhi hukuman mati.

Arab Saudi telah mengeksekusi 37 orang hanya dalam satu hari pada bulan April lalu, di mana tiga di antaranya adalah anak di bawah umur. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*