Australian-Climate-ChangeSydney, LiputanIslam.com — Cina dituduh berada di balik serangan siber besar terhadap Badan Meteorologi Australia yang berpotensi membahayakan informasi keamanan nasional, demikian laporan media Australian Broadcasting Corporation (ABC) dalam laman Reuters, Rabu (2/12).

Badan Meteorologi Australia memiliki salah satu super-komputer terbesar di Australia dan serangan siber membuat peretas mengakses Departemen Pertahanan melalui jaringan.

ABC, mengutip beberapa sumber yang mengetahui soal ini, menyalahkan Cina, yang sebelumnya dituduh menyerang sistem komputer pemerintah Australia.

“Ini ulah Cina,” tulis ABC mengutip satu sumber, seperti dilansir Antara.

Polisi Federal Australia menolak untuk mengomentari masalah ini, sedangkan Departemen Pertahanan mereka dilarang oleh kebijakan untuk mengomentari insiden keamanan siber.

Cina telah lama dituduh menggunakan teknologi tinggi untuk menyusupi bisnis online agar unggul dalam persaingan bisnis serta melakukan pengintaian siber.

Juni lalu para pejabat AS mengambing-hitamkan peretas Cina karena membahayakan catatan sekitar empat juta pegawai dan mantan pegawai pemerintah.

Cina menyebut tuduhan AS tidak berdasar, sementara Presiden Barack Obama berjanji bahwa Amerika Serikat secara agresif akan meningkatkan pertahanan siber.

Cina adalah mitra dagang utama Australia, dengan perdagangan dua arah sekitar 150 miliar dolar Australia (110 miliar dolar AS) pada 2013 serta keduanya menyepakati perjanjian perdagangan bebas pada 2014 untuk meningkatkan kerja sama bisnis.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL