abbottMelbourne, LiputanIslam.com — Otoritas keamanan Australia menahan 7 pemuda yang diduga hendak terbang ke Timur Tengah untuk bergabung dengan kelompok militan. Mereka ditahan di Bandara Sydney International. Demikian seperti dilaporkan BBC News, Kamis (20/8), mengutip keterangan PM Tony Abbott.

Dalam pernyataan itu Abbott menyebut penangkapan itu membuktikan bahwa kelompok-kelompok teroris asing tidak berhenti untuk merekrut warga Australia.

Ke-7 orang itu, yang dipercaya memiliki kaitan satu sama lainnya, mencoba meninggalkan negara itu dalam 2 kelompok, kata Menteri Imigrasi Peter Dutton menambahkan. Kelompok pertama terdiri dari 5 orang, berusia antara 20-an hingga 30-an tahun. Di dalam tas mereka ditemukan sejumlah besar uang kas.

Sehari kemudian 2 orang yang diduga terkait dengan kelompok pertama juga berhasil diidentifikasi dan ditahan sebelum meninggalkan negara itu melalui Bandara Sydney.

Dutton tidak menyebutkan apakah ketujuh orang itu masih ditahan atau hanya apakah passport mereka yang ditahan. Keberadaan mereka saat ini juga tidak disebutkannya.

Australia membolehkan warganya memiliki kewarganegaraan ganda, namun pelaku terorisme bisa dicabut kewargaan negara Australianya. Selain itu warga Australia yang pergi ke Suriah tanpa alasan jelas, terancam hukuman selama 10 tahun.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL