paul grigsonCanberra, LiputanIslam.com — Bertolak belakang dengan retorika “permusuhan” para pejabat Australia akhir-akhir ini terkait hukuman mati warga Australia terpidana kasus narkoba, Dubes Australia di Jakarta Paul Grigson mengatakan bahwa negaranya ingin terus menguatkan kerja sama dengan Indonesia, termasuk di bidang pendidikan dengan mengirimkan lebih banyak warga negaranya berkuliah di Indonesia.

“Ini sangat sesuai dengan target New Colombo Plan (NCP) yang mendukung lebih banyak warga negara Australia untuk belajar di negara lain, lebih khususnya di Indonesia,” kata Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, kepada Antara di rumah dinasnya di Jakarta, Senin (17/2).

Menurut Paul Grigson, saat ini terdapat sekitar 100 orang Australia yang sedang kuliah di Indonesia, “dan kami ingin melihat lebih banyak lagi lewat program NCP dan program lainnya,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kerja sama di bidang pendidikan adalah salah satu strategi kunci dalam memperkuat hubungan Australia-Indonesia.

“Terdapat kesempatan yang lebih besar untuk bidang-bidang studi disain dan IT, karena bidang penelitian ini sedang booming,” kata diplomat senior yang pernah menjadi Dubes Australia untuk Myanmar (2003-2004) dan Thailand (2008-2010) itu.

Sebagai Dubes Australia yang baru menempati posnya pada awal tahun 2015, Paul Grigson ingin mempererat kerja sama Australia dan Indonesia di dua sektor yaitu pendidikan dan bisnis.

“Kerja sama bisnis bukan hanya untuk Australia berbisnis di Indonesia, tapi juga untuk Indonesia berbisnis di Australia,” ungkap diplomat mantan jurnalis kantor berita AAP itu saat acara ramah-tamah dengan penerima beasiswa NCP, Australian Awards, dan Endeavour.

Program NCP mulai diluncurkan pada tahun 2014, dengan sokongan dana dari Pemerintah Australia sebesar 100 juta dolar atau setara dengan Rp1 triliun, untuk periode 5 tahun ke depan.

NCP berorientasi memperdalam hubungan antara warga negara Australia dengan kawasan Indo-Pasifik lewat jejaring universitas dan bisnis.

Colombo Plan awalnya adalah suatu program yang digagas pada 1950-an.

Selama 30 tahun ada sekitar 40 ribu mahasiswa asing yang belajar di perguruan tinggi Australia lewat Colombo Plan.

“Sekarang kebalikannya, New Colombo Plan adalah mengirim warga Australia belajar ke negara-negara tersebut,” kata Menteri Luar Negeri Julie Bishop dalam wawancara dengan ANTARA di Canberra beberapa waktu silam.

Program awalan NCP dilaksanakan di Indonesia, Jepang, Singapura, dan Hong Kong, dengan 40 bentuk beasiswa dan hibah untuk sekitar 1.300 mahasiswa Australia.

NCP terbuka untuk mahasiswa Australia berusia 18-25 tahun.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL