hughesMelbourne, LiputanIslam.com — Otoritas Australia akan segera menggelar penyelidikan untuk menentukan standar keamanan olahraga populer di negara itu, Kriket. Hal ini menyusul terjadinya insiden lemparan bola yang menewaskan seorang pemain kriket terkenal.

“Ini adalah insiden yang aneh. Namun satu insiden aneh adalah terlalu banyak,” kata ketua asosiasi olahraga kriket Australia James Sutherland sebagaimana dilaporkan BBC News, Jumat (28/11).

Pemain kriket (sejenis permainan kasti) Phillip Hughes (25 tahun) meninggal dunia hari Kamis (27/11), 2 hari setelah lehernya terkena hantaman bola kriket dalam sebuah pertandingan.

Sebuah upacara resmi kenegaraan akan digelar untuk menghormati Hughes di Sydney Cricket Ground, namun tanggalnya belum ditetapkan.

Sutherland menambahkan, “Kami, dengan berkonsultasi dengan perusahaan-perusahaan (pembuat peralatan olahraga) dan intansi-instansi dan lembaga keamanan lain, akan memastikan bahwa hal ini akan ditangani dengan baik dan dilakukan perbaikan.”

“Ini adalah hal yang penting, tidak saja bagi Australia namun juga bagi para pemain kriket di seluruh dunia,” tambahnya.

Sementara itu mantan kapten nasional kriket Inggris Nasser Hussain mengatakan, “Terkena lemparan bola di leher adalah sesuatu yang tidak pernah kami pikirkan. Ini menjadi gelombang pukulan keras bagi para pemain kriket.”

Phillip Hughes yang bermain untuk tim Australia Selatan langsung pingsan dan tidak pernah lagi tersadar hingga meninggal, setelah terkena hantaman bola dari jarak pendek, hari Selasa (25/11).

Dokter tim Peter Brukner mengatakan bahwa Hughes meninggal karena terjadi luka di pembuluh arteri yang terkait dengan tulang belakang.

Insiden ini juga mengundang komentar Perdana Menteri Tony Abbott yang menyebutnya sebagai “hal aneh yang mengguncangkan”.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL