sharkattack_1778841aBrisbane, LiputanIslam.com — Pemerintah Australia akhirnya membatalkan pemasangan perangkap hiu di wilayah pantai Australia Barat setelah mendapat penentangan dari otoritas lingkungan setempat.

Beberapa waktu lalu perangkap-perangkap hiu yang disebut “drum lines” telah dipasang di 7 kawasan pantai, setelah terjadinya serangan-serangan hiu terhadap manusia. Namun para ekologis menganggap hal itu telah mengancam ekosistem laut. Demikian laporan BBC News.

Badan penanganan lingkungan, Environmental Protection Agency (EPA) mengatakan telah memperingatkan tentang dampak buruk rencana itu terhadap “keanekaragaman, distribusi geografis dan kelangsungan hidup” kehidupan laut.

EPA juga mengingatkan tentang status hiu putih sebagai spesies yang terancam keberadaannya. Hiu jenis inilah yang menjadi target utama penangkapan, karena seringnya melakukan serangan terhadap manusia.

Para ahli juga mengatakan bahwa terdapat “ketidak-pastian yang sangat besar dari informasi yang tersedia dan bukti-bukti tentang populasi hiu putih di Australia barat-daya, kecenderungan populasi dan jumlah penangkapannya oleh perikanan komersial”.

“Berdasarkan ketidak pastian-ketidak pastian ini, EPA telah menerapkan pendekatan hati-hati dengan merekomendasikan penolakan atas proposal (perangkap hiu) itu,” kata Ketua EPA Dr Paul Vogel.

Sebelumnya pemerintah Australia barat berusaha untuk memperpanjang program ini selama 3 tahun ke depan.

Selama 13 minggu masa percobaan pemasangan perangkap antara bulan April hingga Juli lalu, sebanyak lebih dari 170 ekor hiu telah ditangkap, namun tidak ada satupun jenis hiu putih besar.

Gubernur Australia barat Colin Barnett mengatakan kekecewaan atas pelarangan itu, namun ia tidak akan melakukan banding. Ia percaya pantai-pantai di sekitar kota Perth relatif aman dari serangan hiu, namun pantai-pantai di pesisir yang lebih selatan dianggapnya masih berbahaya.

Berbicara kepada Australian Broadcasting Corporation, Jumat (12/9), Barnett menginginkan otoritas kelautan diberikan wewenang untuk memburu hiu-hiu putih besar yang menghantui kawasan pantai yang populer sebagai kawasan wisata.

 

Serangan Terakhir
Hari Selasa (9/9) BBC melaporkan, seorang warga negara Inggris yang tinggal di Australia, tewas oleh serangan hiu di Byron Bay, New South Wales.

Paul Wilcox (50 tahun), seorang pakar IT yang tinggal di Australia selama 10 tahun lebih, tewas setelah mengalami luka parah di kaki kanannya karena serangan hiu. Ia tewas kehabisan darah, setelah sempat dibawa ke pantai oleh anggota penjaga pantai.

New South Wales adalah negara bagian yang paling sering mengalami serangana hiu, diikuti oleh Queensland dan Australia Barat.

Dengan adanya serangan terakhir ini, selama tahun 2014 sebanyak 3 orang telah tewas akibat serang hiu di Australia. Angka ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 2 orang yang tewas.

Serangan paling tinggi terjadi antara September  2011 hingga Juli 2012, ketika 5 orang tewas akibat serangan hiu di Australia Barat.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL