kapal australiaDarwin, LiputanIslam.com — Australia membenarkan telah mengusir 41 pencari suaka dan menyerahkannya ke otoritas Sri Lanka, di atas laut, hari Minggu lalu (6/7).

Para aktifis HAM memperkirakan jumlah yang diserah terimakan tersebut mencapai 200 orang warga Sri Lanka, sebagian di antaranya warga keturunan Tamil yang menerima perlakukan diskriminatif. Demikian laporan BBC News, Senin (7/7).

Namun pemerintah Australia tidak menjelaskan warga pencari suaka asal Sri Lanka yang mana yang telah diserahterimakan tersebut. Australia hanya menyebutkan bahwa setiap orang yang masuk ke Australia harus menjalani “screening” untuk memastikannya sesuai dengan tanggungjawab internasional Australia.

Ini adalah pertama kalinya pemerintah Australia mengaku telah mengusir pencari suaka yang secara prinsip bertentangan dengan hukum internasional.

Menteri Imigrasi Australia Scott Morrison pada hari Senin (7/7) mengakui bahwa sebuah perahu bermuatan 41 orang penumpang telah dikirimkan kembali ke Sri Lanka, namun tidak memberikan keterangan tentang perahu kedua yang diketahui memasuki wilayah Australia dengan 150 penumpangnya.

Ia menambahkan bahwa serah terima dilakukan di luar pelabuhan Batticaloa, Sri Lanka, hari Minggu.

“Semua orang yang dipergoki dan dikembalikan berdasarkan pada proses screening yang diperketat,” kata Morrison.

Menurut Morrison hanya 4 orang di antara mereka adalah warga Tamil. Selain itu seorang pencari suaka memilih kembali, meski telah memenuhi syarat untuk mendarat di Australia.

Otoritas Sri Lanka sendiri menyebutkan bahwa para pencari suaka itu dibawa ke pelabuhan Galle untuk diserahkan kepada polisi sebelum menjalani pemeriksaan.

Minggu lalu badan pengungsi PBB UNHCR menyatakan “perhatian mendalam” atas situasi yang terjadi atas penanganan pencari suaka di Australia.

“Permintaan untuk mendapatkan perlindungan internasional seharusnya diproses di wilayah negara tujuan pencari suaka, sesuai dengan prinsip-prinsip perlindungan pengungsi,” demikian pernyataan UNHCR.

“Hukum internasional menyebutkan bahwa seseorang tidak bisa dikembalikan ke negara asalnya secara paksa dimana ia menghadapi ancaman keselamatan,” tambahnya.

Pencari suaka ke Australia kebanyakan berasal dari Afghanistan, Sri Lanka, Irak dan Iran. Sebagian besar dari mereka berangkat dari Indonesia dengan tujuan Pulau Chrismas.

Pada tahun 2012 hingga awal 2013 jumlah pencari suaka meningkat tajam dengan sejumlah orang di antaranya tewas akibat kecelakaan dalam perjalanan.

Pemerintah Australia telah mengadakan kesepakatan dengan Papua Nugini untuk membangun fasilitas penangangan pengungsi di Pulaua Nauru dan Papua Nugini.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL