prabowoSydney, LiputanIslam.com — Pemerintah Australia akhirnya menyusul sekutu utamanya, Amerika, mencabut daftar hitam visa untuk kandidat presiden Indonesia Prabowo Subianto. Demikian laporan situs media terkenal Australia Sydney Morning Herald, Selasa (8/7).

Dalam laporan itu disebutkan bahwa langkah Australia tersebut disebabkan oleh peluang besar Prabowo memenangkan pilpres hari Rabu (9/7). Dengan pencabutan itu dan jika Prabowo menang dalam pilpres, ia tidak akan lagu terganjal untuk mengikuti KTT g-20 yang akan digelar di Brisbane, November mendatang.

“Pemerintah Australia akan bekerja dengan baik dengan siapa pun yang menjadi presiden Indonesia,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia sebagaimana dilansir Sydney Morning Herald, Selasa (08/07).

Dalam pernyataannya, Deplu Australia itu melihat ada peluang kemenangan untuk Prabowo pada Pilpres yang digelar hari Rabu (9/7).

Laman berita Australia itu menulis, Prabowo telah mengaku menculik sebagian dari 23 mahasiswa di Jakarta pada masa runtuhnya rezim Soeharto. Namun, ia menyatakan tak tahu mengenai alasan mengapa 13 di antaranya tak pernah kembali, sementara mereka yang diculiknya telah dibebaskan.

Alasan penculikan inilah yang kemudian membuat Amerika Serikat mengeluarkan larangan visa untuk Prabowo. Bahkan, ia tak dapat menghadiri upacara kelulusan anaknya pada 2000. Hal ini diikuti pula oleh Australia ikut mengeluarkan larangan visa untuk Prabowo.

Namun Australia akhirnya harus menyerah dan harus rela memberikan visa kepada Prabowo atau mempertaruhkan hubungan diplomatik kedua negara. Apalagi setelah AS beberapa waktu lalu telah terlebih dahulu mencabut larangan visa bagi Prabowo.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL