hizbut tahrirMelbourne, LiputanIslam.com — Australia dikabarkan bakal melarang organisasi keagamaan Hizbut Tahrir melalui UU anti-terorisme baru yang akan diundangkan.

Sebagaimana laporan situs Herald Scotland, Kamis (9/10), Perdana Menteri Australia Tony Abbott telah menyatakan kegeramannya pada sistem hukum yang berlaku di Australia yang tidak bisa melarang organisasi Hizbut Tahrir.

Didirikan di Palestina tahun 1953 oleh Muhammad Taqi al-Din bin Ibrahim bin Mustafah bin Ismail bin Yusuf al-Nabhani, Hizbut Tahrir justru tumbuh besar di negara-negara barat, terutama Inggris. Kelompok ini sendiri telah dilarang di beberapa negara karena dianggap “menyebarkan  kebencian” dan mendukung terorisme.

Selama ini undang-undang Australia hanya bisa melarang organisasi-organisasi yang terlibat langsung dalam aksi-aksi terorisme. Namun dalam undang-undang anti-terorisme yang kini tengah dibahas parlemen, organisasi-organisasi yang dianggap mendukung terorisme, bisa dilarang.

Abbott juga mengatakan, pihaknya menginginkan hukum baru yang bisa melarang orang-orang yang dianggap menyebarka kebencian, masuk ke Australia.

“Tentu saja, biarkan warga Australia yang ingin mengatakan hal-hal bodoh, mengatakan hal-hal bodoh. Namun tidak ada gunanya mengimpor pembuat kekacauan dari luar untuk mengendalikan masyarakat, dan itulah yang ingin saya lakukan dengan cara yang sangat halus,” kata Abbott.

“Kita harus mempunyai sebuah sistem yang bisa melarang para penyebar kebencian itu untuk masuk ke Australia,” tambah Abbott.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL