ErdoganAnkara, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa  Ankara mungkin  akan melarang Facebook dan YouTube, setelah serangkaian kabar atas skandal korupsi para pemerintahannya beredar luas.

Dalam sebuah wawancara pada hari Kamis ( 6/3) dengan media Turki, Erdogan mengatakan pemerintahannya akan mempertimbangkan untuk menutup YouTube dan jejarung sosial Facebook setelah pemilihan lokal yang dijadwalkan akan diadakan pada tanggal 30 Maret.

Erdogan  yang berasal dari Partai Keadilan dan Pembangunan ( AKP ) mendapatkan tekanan sejak pekan lalu saat rekaman audio yang bocor, dimana Perdana Menteri Turki dan anaknya diduga membahas bagaimana menyembunyikan uang yang berjumlah jutaan Euro dalam bentuk.

Erdogan menanggapi kebocoran audio ini merupakan hal yang ‘keji dan berbahaya’, dan menurutnya, hal ini adalah serangan dari lawan politiknya menjelang jajak pendapat tanggal 30 Maret. Selain bocornya kabar dugaan korupsi, dilain waktu juga beredar audio yang menunjukkan bahwa Erdogan ikut campur dalam transaksi perdagangan dan kasus-kasus pengadilan.

Bulan lalu, Turki mengadopsi hukum Internet kontroversial yang memungkinkan pemerintah untuk memblokir situs-situs tanpa adanya  keputusan pengadilan terlebih dahulu.

Berdasarkan undang-undang , Direktorat Telekomunikasi ( TIB ) akan dapat memblokir akses ke situs-situs yang dianggap melanggar privasi atau untuk memiliki konten menghina  tanpa perintah pengadilan.

Turki telah menjadi ajang dari krisis politik sejak 17 Desember 2013, setelah puluhan pejabat pemerintah dan pengusaha terkemuka yang dekat dengan perdana menteri ditangkap atas tuduhan korupsi. Perdana Menteri Turki mengecam tuduhan korupsi sebagai bentuk permainan kotor untuk melemahkan pemerintahannya menjelang pemilu mendatang. (LiputanIslam.com/presstv/af)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL