syrian-air-strikeDamaskus, LiputanIslam.com — AU Suriah meningkatkan serangannya di wilayah selatan negeri, pada saat pemberontak mempersiapkan serangan besar-besaran di Provinsi Daraa yang berbatasan dengan Yordania.

Menurut sumber-sumber pemberontak di Daraa, setidaknya 2 orang tewas akibat serangan udara AU Suriah, hari Jumat (21/2).

Kelompok pemantau konflik Suriah yang berafiliasi dengan inteligen barat, Syrian Observatory for Human Rights, juga melaporkan bahwa serangan udara di beberapa wilayah di Daraa menewaskan seorang laki-laki dan seorang anak-anak. Kota-kota yang mendapat serangan adalah Enkhil dan Ghabagheb, juga desa Naima dan juga kota Daraa yang merupakan ibukota provinsi.

Daraa adalah kota dimana konflik berdarah yang kini berlangsung di Suriah, bermula bulan Maret 2011. Sejak itu kerusuhan telah menelan korban hingga 140.000 jiwa, menurut data kubu oposisi.

Kubu oposisi juga menuduh militer Suriah telah meningkatkan serangannya terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai pemberontak di Provinisi Daraa dengan menggunakan bom-bom “barrel”, yaitu bom yang berisi bahan bakar dan serpihan logam. Penggunaan bom jenis itu disebut-sebut juga dilakukan di medan tempur di Provinsi Aleppo dan Damaskus. Namun otoritas Suriah membantah tuduhan tersebut.

Beberapa sumber pemberontak menyebutkan, serangan-serangan tersebut berlangsung saat pemberontak tengah mempersiapkan offensif besar-besaran di Daraa dalam beberapa hari mendatang. Serangan kali ini diharapkan pemberontak dapat membawa mereka mencapai Damaskus yang terletak di utara Daraa. Selama 3 tahun konflik, pemberontak telah beberapa kali berusaha menduduki ibukota, namun berhasil digagalkan militer Suriah yang loyal pada rezim Bashar al Assad.

Menurut sumber-sumber pemberontak, ribuan pemberontak telah berkumpul di sekitar Daraa untuk melakukan serangan besar-besaran. Para pengamat memperkirakan, sebagian besar dari mereka menyusup melalui perbatasan Yordania yang selama ini menjadi pusat komando dan logistik pemberontakan Suriah yang dikendalikan Amerika.

Koran Suriah Al-Thawra pada hari Kamis (20/2) menulis laporan tentang persiapan pemberontakan yang dilakukan di Yordania, menuduhnya sebagai bagian dari konspirasi Amerika melawan Suriah.

“Ada keterlibatan pemerintah Yordania, berkoordinasi dengan inteligen Amerika, Saudi dan Israel serta beberapa negara Arab Teluk,” tulis Al Thawra seraya menyebutkan bahwa Amerika tengah berusaha meningkatkan eskalasi pertempuran setelah kegagalan Perundingan Genewa II beberapa waktu lalu.

Sumber-sumber pemberontak juga melaporkan terjadinya pertempuran di (Kabupaten) Quneitra, hari Jumat kemarin. Militer Suriah diyakini berusaha memperkuat posisinya di wilayah yang berbatasan dengan Dataran Tinggi Golan.(ca/ap)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL