ratu atutJakarta, liputanislam.com—Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, kemarin Rabu (29/1/2014), menerima laporan dari Wagub Banten, Rano Karno terkait pelaksanaan pemerintahan Banten. Meski Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, ditahan oleh KPK, dia tetap melakukan sebagian tugasnya sebagai gubernur.

Seperti dilaporkan Rano kepada Mendagri, bahwa beberapa tanggung jawab gubernur, seperti penandatanganan sejumlah SK (surat keputusan), penunjukan SKPD (satuan kerja perangkat daerah), evaluasi anggaran daerah, dan penunjukan mutasi aparat pemerintah daerah telah diselesaikan Atut dari dalam tahanan.

“Beliau (Rano Karno) lega karena sudah ditandatangani Atut. Itu sudah selesai, ditandatangani Atut dari dalam tahanan,” kata Gamawan di Gedung Kemendagri, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Gamawan telah menyatakan bahwa menurut peraturan, selama status Atut masih tersangka, dia tidak bisa diberhentikan. “Ia (Atut) masih bisa melakukan langkah strategis termasuk melantik pejabat di daerah,” kata Gamawan, Jumat (20/12).

Menurut Gamawan, Ratu Atut hingga kini masih memiliki wewenang atributif yang selama ini disandangnya. “Kecuali ia dengan sukarela mengembalikan mandat tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, bulan Desember tahun lalu KPK menyatakan sudah mengirimkan surat rekomendasi agar Atut diberhentikan. ”Biasanya standar KPK, jika ada seorang kepala daerah yang sudah menjadi tersangka, kami merekomendasikan agar diberhentikan sementara,” ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

Ratu Atut Chosiyah adalah tersangka korupsi alat kesehatan Provinsi Banten dan suap Pemilu Kada Lebak. Berbagai laporan media menyebutkan gaya hidup mewah Ratu Atut, maupun adiknya yang juga tersangkut kasus korupsi, Tubagus Chaeri Wardana (Wawan). KPK telah menyita belasan mobil mewah milik Wawan yang masing-masingnya berharga milyaran rupiah.

Koordinator ICW Danang Widoyoko mengatakan temuan mobil mewah milik Wawan berbanding terbalik dengan kemiskinan di Banten. Menurut data Badan Pusat Statistik, tercatat jumlah penduduk miskin di Banten pada Maret 2013 mencapai 656.243 orang (5,74 persen) , meningkat 7.989 orang (8,00 persen) dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 201 2 yang sebesar 648.254 orang ( 5,71 persen). (dw/ kompas/tribunnews/metro)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL