sendok 1Makassar, LiputanIslam.com — Ditengah kehidupan rakyat yang sulit, Sekretariat Daerah (Sekda) Pemkot Makassar membuat menyusun yang gila-gilaan untuk pengadaan sendok makan. Dalam draf penjabaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015, untuk belanja sendok saja mencapai Rp 965 juta, nyaris mencapai Rp 1 miliar.

Besarnya anggaran untuk pengadaan sendok itu tersebut tertera dalam daftar rencana kerja anggaran (RKA) APBD 2015 yang disampaikan pada rapat paripurna DPRD Kota Makassar, Senin, 15 Desember 2014. Mahalnya biaya pengadaan alat makan itu pun mendapatkan tanggapan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar.

“Saya belum lihat jelas RKA-nya, Dinda. Namun yang jelas, kalau hanya untuk mengadakan sendok maupun piring saja itu dengan anggaran yang besar, saya kira sangat tidak rasional. Tentunya kita akan pertanyakan nantinya kepada SKPD yang bersangkutan. Apa pertimbangan pengadaan sendok atau piring itu diberikan anggaran yang lumayan besar,” kata Sekretaris Komisi A DPRD Makassar, Rudianto Lallo.

Legislator Nasdem Kota Makassar ini mengingatkan kepada semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kota Makassar agar realistis dalam mengusulkan anggaran, tidak menuliskan angka seenaknya saja.

“Ada kesan sepertinya dalam pembuatan RKA (rencana kerja anggaran) oleh hampir semua SKPD itu tidak realistis. Kita di dewan kalau tidak teliti dalam memeriksa RKA bisa kecolongan, sehingga saya mengingatkan SKPD jangan ada kesan kucing-kucingan dengan kami di dewan dalam perencanaan RKA,” tuturnya.

Walikota: Saya Tidak Tahu Menahu

Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengaku tidak tahu-menahu soal program pengadaan sendok yang senilai hampir Rp 1 miliar dalam rapat anggaran yang dibahas di DPRD Makassar beberapa hari ini.

“Coba tanya Kabag Umum. Saya kaget juga kenapa ada sendok Rp 1 miliar. Sendok apa seperti ini. Saya tidak pernah memprogramkan hal yang aneh-aneh seperti ini. Minta penjelasan ke Kabag Umum, Zain,” ujar Walikota Makassar, seperti dilansir kompas.com, 16 Desember 2014.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum (Kabag Umum) Pemerintah Kota Makassar Zain juga mengaku tidak mengetahui adanya pengajuan anggaran pengadaan sendok Rp 965 juta. Dia mengaku hanya mengajukan anggaran sendok untuk di rumah jabatan Wali Kota Makassar dan Wakil Wali Kota Makassar Rp 275 juta.

“Saya cuma ajukan Rp 150 juta dan di Rp 125 juta untuk pengadaan sendok di Rujab Walikota dan Wakil Walikota Makassar. Anggaran ini sama dengan tahun lalu, jadi tidak ada kenaikan harga,” kilahnya.

Dengan estimasi harga sendok senilai Rp 40.000 perlusin sebagaimana dijual oleh tokoperabotan.com, maka uang senilai Rp 965 juta bisa digunakan untuk membeli 24.125 lusin sendok. Wajarkah diperlukan sendok sebanyak itu untuk 2 tempat saja? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL