assange2London, LiputanIslam.com–Julian Assage, pemilik website Wikileaks, melakukan wawancara dengan John Pilger di channel RT pada Sabtu lalu. Dalam wawancara tersebut, Assange mengungkapkan bahwa Hillary Clinton dan ISIS mendapat dana dari sumber yang sama, yaitu sekutu Amerika di Timur Tengah.

Seperti laporan yang diberikan sebelumnya, pada 17 Agustus lalu, Wikileaks mengungkapkan email Clinton yang saat itu masih menjadi menlu. Clinton memaksa John Podesta, lalu seorang penasihat Barack Obama, untuk “menekan” Qatar dan Arab Saudi yang “memberikan bantuan finansial dan logistik kepada ISIS dan kelompok radikal Sunni lainnya.”

“Saya rasa itu adalah email paling signifikan dari keseluruhan koleksi kami.” Kata Assage.  “Semua analis tahu, dan bahkan pemerintah AS setuju, bahwa beberapa figur Saudi telah lama mendukung ISIS dan membiayai ISIS. Tetapi ada pengelakan bahwa [yang membiayai] ada para pangeran ‘jahat’ yang menggunakan uang minyak mereka untuk melakukan apapun yang mereka mau dan pemerintah Saudi sebenarnya menolak [membiayai].  Tetapi email tersebut menyebutkan pemerintah Saudi dan pemerintah Qatar-lah yang membiayai ISIS.”

Dalam wawancara tersebut, Assange dan  Pilger duduk selama 25 menit di Kedutaan Ekuador di London. Begini cuplikan wawancara tersebut.

John Pilger: Saudi, Qatar, Maroko, dan Bahrain, terutama dua negara pertama, menyalurkan uang kepada Clinton Foundation saat Hillary Clinton menjabat sebagai menlu, dan Departemen Negara menyetujui penjualan alat-alat senjata dalam jumlah raksasa kepada negara-negara tersebut, terutama Arab Saudi.

Julian Assange: Di bawah persetujuan Clinton – dan email Clinton telah mengungkapkan pembicaraan tentang hal itu– penjualan alat-alat senajata terbesar di dunia dilakukan oleh Arab Saudi, yaitu lebih dari $80 milyar.  Selama Clinton menjabat sebagai menlu, total ekspor alat-alat senjata militer AS naik sampai dua kali lipat.

JP: Tentu saja, kensekuensinya adalah kelompok jihadis yang dipanggil ISIL atau ISIS itu dibentuk dengan biaya dari orang-orang yang juga memberikan uang kepada Clinton Foundation?

JA: Ya, benar.

Wawancara itu juga membicarakan topik mengenai pemilihan presiden. Assange mengatakan Trump akan kesulitan menang karena posisinya tidak kuat di kalangan pengusaha dan bankir AS.

Analisis saya, Trump tak akan menang. Mengapa saya bilang begitu?… Bank, intellijen, perusahaan militer, keuangan asing, dll. semuanya bersatu di belakang Hillary Clinton.  Dan begitu juga media. Pemilik media mainstream, dan para jurnalis [mendukung Clinton].” (ra/mintpresstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL