ghani abdullahKabul, LiputanIslam.com — Mantan menteri keuangan Ashraf Ghani memimpin perolehan suara pilpres Afghanistan untuk menggantikan Presiden Hamid Karzai. Demikian pernyataan komisi pemilu setempat.

Sebagaimana laporan BBC Selasa (8/7), Ghani memimpin dengan 56.44% suara, unggul atas saingannya mantan menlu Abdullah Abdullah dengan 43.56% suara. Pilpres sendiri dilakukan pertengahan Juni lalu.

Abdullah, yang memenangkan pilpres putaran pertama, menolak hasil penghitungan tersebut. Kedua kandidat saling mengklaim terjadi kecurangan dan memaksa penghitungan ulang atas 7.000 TPS.

Jumlah yang dihitung ulang itu mencakup lebih dari 30% dari seluruh suara dan para pengamat memperkirakan hasilnya bisa mengubah penghitungan awal tersebut di atas.

Ketua komisi pemilu Ahmad Yusuf Nuristani menekankan bahwa hasil yang diumumkan itu adalah belum final dan mengakui masih ada “beberapa kesalahan”.

“Ini hanya hasil awal. Masih ada peluang perubahan hasil akhirnya,” katanya dalam konperensi pers di Kabul kemarin.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan audit atas sekitar 4 juta suara. Hasil akhirnya sendiri akan diumumkan tanggal 22 Juli dan presiden baru akan dilantik tanggal 2 Agustus nanti.

Pada pilpres putaran pertama lalu Abdullah Abdullah memenangkan pemilu dengan 45% suara, sementara Ghani hanya mendapatkan 31.5% suara.

Para pengamat menyatakan kekhawatirannya bahwa hasil yang tidak diharapkan bisa memicu terjadinya konflik baru di negara yang terus-menerus dilanda konflik itu.

Ghani, mantan pejabat Bank Dunia, dipercaya mendapatkan suaranya dari suku-suku Pashtun yang mayoritas menduduki wilayah selatan dan timur Afghanistan.

Sementara itu jubir Abdullah Abdullah, yang merupakan warga keturunan Tajik-Pashtun, menyatakan penolakan atas hasil awal yang diumumkan.

“Sebagaimana kami telah menolak hasil penghitungan sebelumnya dan pernyataan ketidak percayaan pada komisis pemilihan umum, sikap kami hari ini tidak berubah,” kata Fazlurrahman Oria, jubir Abdullah Abdullah kepada BBC.

Kedua kandidat presiden ini telah bertemu pada hari Senin (7/7), untuk meredakan ketegangan seputar hasil pemilihan, sekaligus menunda pengumuman hasil sementara pemilu.

Pada pilpres sebelumnya tahun 2009 juga terjadi perselisihan antara Presiden Karzai dan pesaingnya Dr Abdullah yang hasil akhirnya dimenangkan oleh Hamid Karzai.(ca)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL