su 27Washington, LiputanIslam.com — Pejabat militer Amerika hari Selasa (3/6) menuduh pesawat tempur Rusia telah melakukan tindakan provokasi yang berbahaya di perairan Laut Okhotsk antara Jepang dan Rusia, bulan April lalu.

Sebagaimana dilaporkan CNN, Rabu (4/6), pejabat yang tidak bersedia disebut namanya itu menyebutkan bahwa sebuah pesawat tempur Rusia terbang melintas hanya beberapa puluh meter di depan hidung pesawat pengintai AS dan menyebut aksi tersebut seperti “dalam film”

Menurut pejabat tersebut insiden terjadi saat pesawat pengintai RC-135U dari pangkalan AS di Jepang, tengah melakukan penerbangan rutin saat nyaris ditabrak oleh pesawat Su-27 Flanker Rusia. Menurutnya, saat melintas, pesawat Rusia tersebut menunjukkan “perut” pesawatnya yang dipenuhi dengan rudal dengan maksud menggertak.

Pejabat tersebut menyebutkan para pejabat AS sengaja menyembunyikan insiden tersebut dari publik dan memilih mengadakan pertemuan tidak resmi dengan pejabat berwenang Rusia.

Insiden di dekat perairan Jepang itu terjadi beberapa hari setelah sebuah insiden serupa terjadi di Laut Hitam ketika pesawat-pesawat tempur Rusia terbang rendah di atas kapal Donald Cook.

Pada tanggal 28 April, seorang pejabat militer Rusia menyatakan bahwa Menhan Rusia Sergey Shoygu dan Menhan AS Chuck Hagel telah mengadakan pembicaraan telepon membahas kedua insiden tersebut.

Dalam pembicaraan tersebut Shoygu menawarkan kepada Hagel untuk mengintruksikan semua komandan militer tertinggi kedua negara untuk mendiskusikan langkah-langkah tambahan untuk mencegah kesalah pahaman.(ca/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL