biarawati irakWashington DC, LiputanIslam.com — Deplu AS mendapat kritikan keras para aktifis HAM karena menolak memberikan visa bagi seorang biarawati yang hendak bersaksi atas kekejaman ISIS di depan sidang Congress.

Kantor berita Iran Press TV melaporkan, Ahad (3/4), Sister Diana Momeka, salah satu anggota delegasi Irak yang hendak bersaksi di depan Komisi Luar Negeri Congress AS bulan ini telah ditolak permohonan visanya oleh Deplu AS. Ia mengajukan permohonan minggu ini di kantor konsulat AS di kota Erbil, Wilayah Otonomi Kurdi Irak.

Momeka aktif memperjuangkan hak-hak warga Kristen Irak yang menderita kekejaman kelompok ISIS, baik berupa pembunuhan maupun pengusiran dari tempat tinggalnya.

Menurut keterangan Deplu AS, penolakan itu disebabkan MOmeka ‘tidak bisa menjamin kedatangannya di AS sesuai dengan klasifikasi yang ditetapkan di visa.”

Momeka adalah satu-satunya warga Kristen Irak yang akan pergi ke AS atas undangan sejumlah LSM AS.

Nina Shea dari Hudson Institute’s Center for Religious Freedom, dalam pernyataannya di National Review Online, mengatakan, “Ia (Momeka) telah mengatakan kepada saya via telepon bahwa petugas konsulat AS, Christopher Patch, mengatakan kepadanya bahwa ia ditolak karena tidak berstatus sebagai ‘IDP’ atau orang yang terusir. Itu sangat menyakitkan. Secara esensial Deplu telah menuduhnya sebagai penipu.”

ISIL telah menghancurkan rumah Sister Diana Momeka dan memaksanya mengungsi bersama 50.000 warga Kristen Irak lainnya pada bulan Agustus 2014 lalu. Sejak itu ia telah mendapatkan status sebagai pengungsi dan menjadi aktifis penentang ISIS dan kelompok-kelompok teroris lainnya di Irak.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL