Photo by Christopher DiltsWashington DC, LiputanIslam.com — Pemerintah AS menolak memberikan sanksi tambahan terhadap Iran, di tengah tekanan yang dilakukan para legislator partai Republik dan pemerintah Israel.

“Kami telah bersikap sangat jelas atas legislasi yang diajukan oleh Congress saat ini,” kata Jubir Gedung Putih Josh Earnest, sebagaimana dilansir Press TV, Sabtu (24/1).

Menurutnya masyarakat internasional telah sepakat untuk tidak menerapkan sanksi baru terhadap Iran pada saat perundingan nuklir Iran tengah dilangsungkan.

Sebelumnya senator dari Partai Republik Robert Menendez dan Mark Kirk telah mengajukan RUU pemberian sanksi tambahan kepada Iran bila perundingan nuklir Iran mengalami kegagalan.

Earnest menambahkan bahwa RUU itu menimbulkan “pertanyaan” tentang komitmen pemerintah AS terhadap proses perundingan, sekaligus mengganggu proses negosiasi yang tengah berlangsung antara Iran dan negara-negara super (AS, Rusia, Cina, Inggris, Perancis dan Jerman).

Namun demikian, Earnest mengatakan, pemerintah ingin menjalin kerjasama yang konstruktif dengan Congress yang didominasi oleh partai oposisi Republik, terkait masalah Iran.

Presiden Barack Obama pada hari Selasa (20/1) menegaskan kepada Congress penolakannya atas usulan sanksi tambahan terhadap Iran, dengan mengatakan, “Perundingan diplomasi kita tengah bekerja dengan menempatkan penghormatan kepada Iran …. Antara saat ini dan musim semi nanti kita memiliki peluang untuk menegosiasikan kesepakatan yang komprehensif.”

Selanjutnya setelah Obama mengancam untuk menveto RUU tersebut, Pimpinan Congress John Boehner mengatakan telah mengundang PM Israel Benjamin Netanyahu untuk berpidato di depan Congress tentang masalah tersebut.

Obama sendiri menolak menerima kedatangan Netanyahu di kantornya dan mengingatkannya untuk tidak meneruskan maksudnya mendesak Congress mengajukan RUU tersebut.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*