Barack ObamaWashington DC, LiputanIslam.com — Presiden Barack Obama menyetujui peningkatan fungsi militer pasukan AS di Afghanistan tahun depan dengan sasaran utama kelompok Taliban.

Sebagaimana dilaporkan BBC News dengan mengutip media-media utama AS New York Times dan Associated Press, Sabtu (22/11), militer AS di Afghanistan tahun 2015 kembali akan menjalankan operasi tempur yang telah dihentikan. Mereka kembali diijinkan untuk menyerang kelompok-kelompok militan seperti Taliban, yang dianggap mengancam pasukan dan aset-aset AS dan sekutu-sekutunya di Afghanistan.

Panduan yang telah disetujui Presiden Barack Obama mencakup juga dukungan pesawat-pesawat tempur AS terhadap operasi-operasi militer pasukan Afghanistan.

Ini merupakan perubahan drastis dari rencana sebelumnya yang hanya mengijinkan pasukan-pasukan AS di Afghanistan menjalankan fungsi pelatihan terhadap aparat keamanan Afghanistan.

Pada akhir tahun 2014 ini jumlah pasukan AS di Afghanistan akan dikurangi hingga sebanyak kurang dari 10.000 personil.

“Militer diijinkan untuk menyerang Taliban jika mereka mengancam secara langsung pasukan AS dan koalisi atau jika mereka memberikan dukungan langsung kepada al-Qaeda,” kata seorang pejabat Dephan AS yang tidak disebutkan namanya kepada media-media AS.

Associated Press dan New York Times menyebut, keputusan itu telah diambil oleh Presiden Obama secara diam-diam dalam beberapa minggu terakhir.

Hal ini dimungkinkan menyusul tercapainya perjanjian keamanan AS dengan Afghanistan di bawah kepemimpinan Presiden Ashraf Ghani, September lalu, yang mengijinkan 12.000 pasukan AS dan sekutunya tetap tinggal di Afghanistan setelah tahun 2014. Sebelumnya perjanjian ini ditolak oleh presiden sebelumnya, Hamid Kharzai.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL