Washington, LiputanIslam.com—Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert, tidak mengakui adanya warga sipil di Gaza, Palestina.

Pada tanggal 10 April lalu, Nauert ditanya oleh jurnalis Said Arikat dari koran Palestina Al-Quds: “Hari ini, menteri pertahanan Israel [Avigdor] Lieberman, mengatakan kepada The Jerusalem Post, koran Israel, bahwa tidak ada warga sipil di Gaza. Apa Anda memiliki respon untuk itu?”

“Tidak, saya tidak [ingin komentar],” jawab Nauert.

Dalam wawancara itu, Lieberman mengklaim bahwa “semua orang [di Gaza] terhubung dengan Hamas, semua orang mendapat upah dari Hamas, dan semua aktivis yang mencoba menantang kita dan menerobos perbatasan adalah aktivis sayap kanan Hamas.”

Ketika ditanya apakah terdapat warga sipil di dalam kota Gaza, Nauert merespon, “Jika saya punya jawaban, saya pasti akan berikan ke Anda.”

Pernyataan Nauert ini, menurut jurnalis independen Machel F. Brown, menyiratkan pandangan yang mencemaskan bahwa semua orang yang tinggal di Gaza adalah target militer yang legal.

“Nauert bisa saja mengatakan bahwa kata-kata Lieberman telah disalahpahami [karena penerjemahan yang salah]… Di bawah kepemimpinan Donald Trump, penolakan Departemen Luar Negeri untuk menjawab pertanyaan yang sederhana tentang pandangan Israel atas Gaza mengakibatkan warga Palestina hidup dalam bahaya yang lebih besar dari sebelumnya,” catat Brown.

“Pernyataan Lieberman bahwa ‘tidak ada orang yang tidak bersalah di Jalur Gaza’ menunjukkan bahwa dia menganggap dua juta orang di sana adalah kriminal dan target yang legal,” imbuhnya.

Berbagai data dan statistik telah menunjukkan bahwa sekitar setengah populasi Gaza adalah anak-anak.  (ra/ electronicintifada)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL