ebola-outbreak_1Dallas, LiputanIslam.com — Kasus pertama virus mematikan ebola ditemukan di Dallas, negara bagina Texas. Para pejabat Texas Health Presbyterian Hospital mengkonkonfirmasi seorang pasien ebola tengah dirawat di ruang isolasi.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Rabu (1/10), pasien yang tidak disebutkan identitasnya itu diduga kuat terkontaminasi virus ebola di Liberia sebelum terbang ke AS 2 minggu yang lalu.

Lebih dari 3.000 orang tewas akibat wabah ebola di Afrika barat sejak bulan Februari lalu, dan Liberia adalah negara dengan korban wabah terbesar. Beberapa tenaga kesehatan asal AS telah tertular. Namun setelah mendapatkan perawatan di AS, mereka berhasil disembuhkan.

“Seseorang yang terbang dari Liberia telah terdiagnosa virus ebola di Amerika Serikat,” kata Direktur Centers for Disease Control and Prevention (CDCP) di Dallas, Thomas Frieden, kepada wartawan, Selasa (30/9).

Menurut keterangan Frieden, pasien tersebut meninggalkan Liberia pada tanggal 19 September dan tiba di AS keesokan harinya untuk mengunjungi keluarganya. Saat itu ia belum menunjukkan tanda-tanda penyakit.

Ia menunjukkan tanda-tanda sakit pada tanggal 24 September, namun baru pada tanggal 28 September melaporkan kepada otoritas kesehatan di Texas sehingga langsung diisolasi.

Seorang pejabat CDCP mengatakan kepada wartawan bahwa rumah sakitnya memiliki fasilitas untuk mengatasi masalah ini.

Penyelidikan awal mengindikasikan, pasien tersebut tidak terlibat dalam penanganan wabah virus ebola di Liberia.

Otoritas kesehatan kini tengah berusaha mengidentifikasi orang-orang yang telah menjalin kontak dengannya untuk memastikan tidak adanya penyebaran virus. Selanjutnya orang-orang itu akan menjalani pengawasan selama 21 hari untuk melihat perkembangan virus.

Menurut Frieden, ada kemungkinan kuat orang-orang yang terlibat kontak dengan pasien tersebut, terutama kerabat dekatnya, akan terinfeksi Ebola dalam beberapa minggu mendatang.

“Yang terpenting adalah, saya tidak ragu bahwa kami akan mengontrol masuknya virus ini sehingga tidak akan menyebar luas di negara ini. Kami akan menghentikannya di sini,” tambah Frieden.

CDCP menambahkan, bahwa kemungkinan besar negara Nigeria dan Senegal telah berhasil menghentikan penyebaran virus, setelah selama sebulan lebih tidak ditemukan kasus baru.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL