Image: A protester reacts as the U.S. Consulate in Benghazi burnsWashington DC, LiputanIslam.com — AS menangkap tersangka otak penyerangan kantor konsulat AS di Benghazi Libya yang menewaskan Dubes AS tanggal 11 September 2012.

Ahmed Abu Khattala ditangkap melalui sebuah operasi rahasia AS di sebuah tempat di Libya, hari Minggu (15/6). Ia kini ditahan di luar Libya dan dalam proses untuk dibawa ke AS untuk diadili.

“Tidak ada korban sipil dalam operasi penangkapan ini dan semua personil yang terlibat dalam operasi telah meninggalkan Libya,” kata jubir dephan AS Rear Adm John Kirby dalam pernyataan pers, Selasa (17/6).

Dubes AS Chris Stevens yang tengah berada di pos kantor konsulat AS di Benghazi serta tiga personil kedubes AS lainnya tewas dalam serangan yang dilakukan kelompok militan tanggal 11 September 2012 lalu.

Kirby tidak bersedia menyebutkan lokasi dan waktu penangkapan, namun menyebutkannya sebagai “di dekat Benghazi”, pada Minggu malam (15/6) waktu AS.

Ahmed Abu Khattala adalah penduduk asli Benghazi. Mantan tahanan rezim Muammaf Khadafi, ia membentuk kelompok milisi bersenjata sendiri ketika terjadi aksi penggulingan Khadafi tahun 2011. Ia telah menolak tuduhan keterlibatannya dalam serangan yang menewaskan dubes AS, namun beberapa saksi menyebutkan keberadaanya di lokasi penyerangan. AS menyebutnya sebagai salah seorang pimpinan kelompok militan Ansar al-Sharia.

Menyusul pengumuman itu, Presiden Barack Obama pun menyatakan pujiannya terhadap tim yang terlibat dalam operasi penangkapan.

“Ketika seorang warga AS diserang, tidak peduli berapa lama diperlukan, kami akan menemukan penanggungjawab serangan itu dan kami akan membawanya ke pengadilan,” kata Obama.

Sementara itu Direktur FBI James Comey, mengatakan pihaknya tidak akan berhenti melakukan operasi pencarian terhadap semua tersangka lainnya.

“Kami tidak akan pernah putus asa dan akan terus bekerja hingga keadilan ditegakkan. Menurut saya (penangkapan) ini adalah “down payment” dari pernyataan tadi.”

Abu Khattala sebelumnya telah didakwa secara in absentia oleh pengadilan AS di Washington DC, sebagai pelaku serangan terhadap kantor diplomatik AS di Libya.

Saat ini ia ditahan di sebuah kapal perang AS, demikian laporan kantor berita Reuters. Beberapa politisi AS seperti Lindsay Graham dan John McCain, meminta agar ia ditahan di Guantanamo Bay, Kuba. Namun para pejabat AS menolak permintaan itu.

“Kami tidak pernah menambahkan seorang tahanan pun ke Guantanamo sejak Presiden Obama dilantik, dan kita telah berhasil mendorong sistem peradilan yang lebih baik dalam kasus terorisme,” kata jubir Dewan Keamanan Nasional Caitlin Hayden.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL