de laurentisWashington, LiputanIslam.com — Amerika Serikat telah memilih diplomat karir Jeffrey DeLaurentis sebagai pejabat diplomat tinggi baru di Havana, kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri Rabu (4/6).

DeLaurentis, yang sebelumnya bekerja sebagai diplomat di Havana, Bogota dan di PBB, akan memimpin Seksi Kepentingan AS di ibu kota Kuba, yang secara de facto adalah kantor kedutaan Amerika.

Amerika Serikat dan Kuba tidak memiliki hubungan diplomatik penuh, tetapi seksi kepentingan-kepentingan berada di ibu kota masing-masing. Washington telah mengenakan embargo ekonomi terhadap Kuba, satu-satunya negara Komunis di benua Amerika, sejak tahun 1962.

DeLaurentis menggantikan John Caulfield pada jabatan tersebut. Sementara itu Caulfield akan menyelesaikan tugas hingga bulan Juli mendatang.

Hubungan AS-Kuba, negara miskin selama lebih dari lima dekade, masih diliputi ketegangan setelah Alan Gross, seorang kontraktor Amerika, dijatuhi hukuman 15 tahun penjara di Kuba pada tahun 2011 atas tuduhan mendistribusikan peralatan komunikasi sebagai seorang seorang kontraktor USAID.

Havana telah mengisyaratkan pihaknya akan membebaskan warga AS yang ditahan Gross (65 tahun), jika Washington membebaskan sisa “lima warga Kuba”, agen intelijen yang terbukti bersalah melakukan tindakan mata-mata pada tahun 1998.(ca/ant)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL