f-16Riyadh, LiputanIslam.com — Pemerintah AS menghadiahi perusahaan pembuat senjata Raytheon untuk menyediakan 355 rudal udara-darat bagi Saudi Arabia, di tengah kampanye serangan udara besar-besaran Saudi terhadap Yaman.

Menurut laporan media Rusia, Sputnik News, Sabtu (25/7) seperti dilansir Press TV, kontrak pembelian ke-355 rudal itu senilai $180 juta atau lebih dari Rp 2 triliun. Berdasarkan kontrak itu Raytheon harus mengirimkan rudal-rudal AGM-154, sebagai langkah yang dianggap sebagai dukungan bagi serangan udara Saudi atas Yaman.

Rudal-rudal AGM-154 dilengkapi dengan sistem pemandu Global Positioning System (GPS) dan sinar infra-red.

Dalam kontrak itu juga disebutkan Raytheon harus menyediakan 200 rudal AGM-154C-1 untuk AL AS.

Menurut laporan itu pengiriman rudal-rudal itu merupakan implementasi kerjasama AS dengan Saudi dan negara-negara Teluk, yang cemas dengan keberhasilan perjanjian nuklir Iran bulan lalu. Perjanjian itu dianggap akan memperkuat pengaruh Iran di kawasan.

Sementara itu, Saudi Arabia yang dikenal luas sebagai sekutu terpercaya AS setelah Israel kini tercatat sebagai negara dengan belanja militer terbesar di dunia, mengalahkan negara-negara besar seperti Inggris dan Perancis. Bulan lalu, misalnya, Saudi menandatangani kontrak besar pembelian senjata dari Perancis bagi kapal-kapal patroli, helikopter dan pesawat tempur.

Pengumuman kontrak itu bersamaan dengan kunjungan Wakil Putra Mahkota sekaligus Menhan Saudi Mohammed bin Salman bin Abdul Aziz Al Saud ke Paris.

Saudi melancarkan serangan udara atas Yaman sejak 26 Maret lalu setelah presiden yang didukungnya, Mansour Hadi, terguling oleh gerakan rakyat Ansarullah. Ribuan orang tewas akibat serangan itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL