Washington, LiputanIslam.com–Direktur Intelijen Nasional AS, Dan Coats, mengklaim bahwa Rusia kemungkinan akan mengintervensi pemilu Kongres AS tahun ini.

Coats menyatakan hal tersebut sebelum Komite Intelijen Senat AS pada Selasa lalu memberikan komentar senada bahwa “seharusnya tidak diragukan lagi” bahwa Moskow adalah ancaman bagi pemilu nanti.

“Kami memperkirakan Rusia akan terus menggunakan propaganda, media sosial, juru bicara simpatik dan cara lain untuk mempengaruhi, membangun berbagai operasi dan memperburuk celah sosial dan politik di AS,” ujar Coats dalam pertemuan dengan pejabat tinggi keamanan lainnya.

“Seharusnya tidak diragukan lagi bahwa Rusia menyadari upaya mereka yang sukses [dalam pemilu presiden 2016) dan melihat pemilu AS 2018 sebagai target potensial untuk diintervensi,” tambahnya.

“Terus terang, AS tengah diserang… dengan cyber untuk menembus hampir setiap aksi besar yang terjadi di Amerika Serikat. Dari bisnis AS, hingga pemerintah federal, hingga pemerintah negara bagian dan lokal, AS terancam oleh serangan cyber setiap hari,” catat Coats.

Sementara itu, Senator Mark Warner dari Komite Intelijen Senat juga memperingatkan bahwa AS belum siap menangani ancaman Rusia dalam pemilu ini.

Sedangkan menurut Direktur CIA Mike Pompeo, AS masih bisa menanggapi kasus intervensi pemilu dengan kemampuan serangan cyber mereka yang canggih.

“Kami masih punya kemampuan cyber untuk mencegah mereka yang berani menantang pemilu AS,” tegasnya.

Pemilu Kongres AS dijadwalkan pada 6 November 2018. Seluruh 435 kursi US House of Representatives (dewan perwakilan) dan 34 dari 100 kursi Senat akan diperebutkan. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL