obama raulWashington, LiputanIslam.com — Presiden AS Barack Obama, Rabu (17/12) petang, mengumumkan langkah-langkah untuk memulihkan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Kuba dan menyebut hal itu sebagai “bab baru” hubungan kedua negara. Menurut Obama pendekatan AS terhadap Kuba selama ini telah “ketinggalan jaman”.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, pengumuman tersebut menyusul perundingan rahasia selama setahun lebih antara kedua negara yang berlangsung di Kanada dan Vatikan dengan melibatkan langsung Paus Francis sebagai perantara. Presiden Kuba Raul Castro dalam pidatonya di TV menyambut baik langkah AS tersebut.

Langkah pertama yang akan segera dilakukan AS terkait dengan hal itu, BBC menyebutkan, adalah pembebasan kongtraktor AS yang ditahan Kuba, Alan Gross. Sebaliknya AS akan membebaskan 3 warga Kuba yang ditahannya.

Hubungan kedua negara membeku sejak awal dekade 1960-an, ketika AS memutuskan hubungan diplomatik dan menerapkan embargo perdagangan setelah terjadinya revolusi komunisme di Kuba yang menumbangkan regim sekutu AS.

Raul Castro mengatakan bahwa normalisasi hubungan AS dengan Kuba telah diupayakannya sejak lama. “Sejak pemilihan saya, saya telah menekankan dalam berbagai kesempatan tentang kesiapan kita untuk menggelar dialog yang terhormat dengan pemerintah AS berdasarkan pada kesamaan kedudukan,” kata Raul dalam pidatonya menyambut pengumuman AS tersebut.

Namun untuk mencabut embargo perdagangan dan ekonomi AS yang telah diterapkan terhadap Kuba masih harus mendapatkan persetujuan Congress terlebih dahulu.

Sementara itu mengomentari perkembangan baru ini, kontraktor AS yang ditahan di Kuba, Alan Gross, mengatakan: “Menyenangkan untuk kembali ke rumah.”(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL