pesawat mata-mata asWashington DC, LiputanIslam.com — AS mengajukan surat protes keras kepada Rusia setelah pesawat pengamatnya disergap oleh pesawat tempur Rusia minggu lalu.

Kantor berita Iran Press TV, hari Senin (13/4), melaporkan bahwa pada hari Selasa (7/4) sebuah pesawat RC-135U AS yang tengah terbang di atas Laut Baltik telah disergap oleh pesawat tempur SU-27 Flanker Rusia.

Jubir Kemenhan AS Mark Wright menyebutkan bahwa pesawat mata-mata AS itu tengah terbang di wilayah udara internasional ketika disergap oleh pesawat tempur Rusia dari belakang dengan kecepatan tinggi sehingga membahayakan pesawat AS tersebut.

Wright mengatakan, terkait dengan insiden itu pemerintah AS akan segera mengajukan surat protes melalui saluran diplomatik kepada Rusia.

“Penyergapan pesawat secara tidak profesional telah menimbulkan resiko bagi awak pesawat yang terlibat. Lebih penting lagi, tindakan ceroboh seorang pilot bisa menimbulkan ketegangan antara kedua negara,” kata Wright, Minggu.

Namun para pejabat Rusia membantah tuduhan itu. Jubir Kemenhan Rusia Mayjend Igor Konashenkov, mengatakan kepada media Rusia ‘Sputnik’ bahwa pesawat pengamat AS itu terbang mendekati perbatasan Rusia dengan transponder yang mati.

Konashenkov menambahkan, hal itu mengakibatkan pesawat tempur Rusia harus mengelilingi pesawat AS itu beberapa kali untuk mengidentifikasinya.

Analis politik Joaquin Flores mengatakan kepada Press TV bahwa semua pesawat berhak untuk terbang di wilayah udara internasional. Namun dalam situasi penuh ketegangan antara Rusia dengan AS, penerbangan pesawat mata-mata RC-135 di dekat perbatasan Rusia adalah tindakan provokatif.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL