jay-carneyWashington, LiputanIslam.com — Pemerintah AS menyuarakan kekhawatirannya atas laporan-lapaoran yang menyebutkan adanya kesepakatan pembelian senjata Iran oleh Irak. Demikian pernyataan juru bicara Gedung Putih Jay Carney, Selasa (25/2) waktu setempat.

Berbicara kepada wartawan pada, Carney mengatakan bahwa pemerintah Irak telah membantah tentang kesepakatan itu, namun Washington tetap akan menindaklanjuti laporan tersebut.

Sebuah laporan Reuters hari Senin (24/2) menyebutkan bahwa kesepakatan senilai $195 juta telah dicapai pada akhir November lalu, hanya beberapa minggu setelah Perdana Menteri Irak Nouri al Maliki, dalam kunjungannya ke Amerika, mendesak Obama untuk mengirimkan lebih banyak senjata ke Irak untuk memerangi kelompok teroris Al Qaeda.

Mengutip anggota parlemen Irak, laporan itu mengatakan bahwa Maliki membuat kesepakatan dengan Iran setelah muak dengan keterlambatan dalam pengiriman senjata AS.

Kesepakatan itu telah mengirimkan pesan kepada Washington bahwa mengancam Irak dengan menahan atau menunda pembelian senjata kini tidak lagi mempan karena sudah ada Iran yang siap membantu. Demikian penuturan seorang anggota parlemen Irak yang tidak disebutkan namanya, seperti dikutip Reuters.

Tanpa mengkonfirmasi atau menyangkal laporan itu, juru bicara perdana menteri Irak Ali Mussawi mengatakan bahwa kesepakatan seperti itu bisa dimengerti mengingat masalah keamanan Irak saat ini.

“Kami sedang meluncurkan perang melawan terorisme dan kami ingin memenangkan perang ini,” kata Ali Mussawi.

Pada hari Senin (24/2), juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki telah meminta pemerintah Irak untuk menjelaskan laporan-laporan media tentang kesepakatan pembelian senjata dengan Iran.

“Setiap transfer senjata dari Iran ke negara ketiga adalah pelanggaran langsung  dari sanksi Dewan Keamanan PBB,” kata Psaki.

Selama ini Iran telah memasok Baghdad dengan listrik dan gas dan telah memberikan tawaran bantuan militer kepada Irak bulan Januari lalu.

Pada tanggal 5 Januari , Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Mohammad Hijazi mengatakan, “Jika perlu, Republik Islam siap untuk memberikan peralatan militer ke Irak untuk memerangi al  Qaeda.”(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL