US-UNREST-IRAQ-SYRIA-MILITARYWashington DC, LiputanIslam.com — Kecurigaan banyak pihak bahwa AS akan menggunakan dalih perang melawan ISIS sebagai alasan untuk melakukan intervensi militer di Irak dan Suriah, semakin menguat setelah adanya pengakuan pejabat tinggi AS tentang kemungkinan pengerahan pasukan darat untuk memerangi ISIS.

Kepala staff gabungan (panglima militer) AS Jendral Martin Dempsey mengungkapkan bahwa AS kemungkinan akan mengerahkan pasukan darat jika strategi memerangi ISIS mengalami kegagalan. Padahal sebelumnya Presiden Barack Obama telah berulangkali menolak pilihan menerjukan pasukan darat.

Jendral Dempsey menyebut bahwa strategi melawan ISIS yang diusung AS dan negara-negara koalisi saat ini sudah tepat.

“Namun jika ternyata gagal, dan terdapat ancaman terhadap AS, maka tentu saja saya akan menghadap Presiden dan memberikan saran yang termasuk penggunaan militer darat AS,” kata Dempsey di hadapan komisi pertahanan Senat, sebagaimana dilaporkan BBC News, Selasa petang (16/9).

Jendral Dempsey, yang duduk bersama Menhan Chuck Hagel juga menyebutkan bahwa di bawah strategi yang ada, para penasihat militer AS di Irak akan membantu pasukan Irak melakukan serangan terhadap ISIS. Dalam situasi tertentu para penasihat militer itu bisa saja menemani pasukan Irak di medan tempur.

“Untuk jelasnya, jika kita sampai pada satu situasi dimana saya percaya para penasihat militer kita harus menemani pasukan Irak menyerang ISIS, saya akan menyarankannya kepada presiden,” tambahnya.

Sementara itu Menhan Hagel memaparkan strategi AS dan koalisinya menghadapi ISIL.

“Rencana ini mencakup tindakan-tindakan terukur terhadap posisi-posisi ISIL di Suriah, termasuk pusat komando dan kontrol mereka, kemampuan logistik dan infrastruktur mereka,” kata Hagel.

Sementara itu bersamaan dengan serangan-serangan udara AS terhadap ISIS di Irak, pasukan milisi Kurdi, peshmerga, yang dibantu dengan drone-drone dan pesawat pengintai AS melakukan serangan terhadap posisi-posisi ISIS di utara Irak.

Selasa pagi (16/9) Peshmerga memulai serangan terhadap posisi-posisi ISIS di sebelah timur kota Mosul dan kota Zumar.

Meski menjadi penanda kemajuan Peshmerga dalam pertempurannya melawan ISIS, offensif di Mosul dan sekitarnya itu berjalan lambat. Komandan Peshmerga di fron Zumar menyebut ISIS memiliki teknik perang yang baik. Namun ia optimis koalisi anti-ISIS akan mampu mengalahkan ISIS.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL