obamaWashington DC, LiputanIslam.com — Buntut dari serangan siber terhadap perusahaan pembuat film Hollywood Sony Pictures, AS mempertimbangkan untuk memasukkan kembali Korea Utara (Korut) ke dalam daftar negara pendukung terorisme. Hal ini setelah Korut dituduh sebagai pihak yang melakukan serangan siber yang mengakibatkan tertundanya peluncuran film “The Interview”.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Senin (22/12), Presiden Barack Obama tengah mempertimbangkan untuk memasukkan kembali Korut ke daftar pendukung terorisme terkait dengan kasus serangan siber itu.

“Saya akan menunggu untuk mengkaji temuan-temuan yang ada,” kata Obama kepada wartawan seraya menambahkan bahwa ia tidak menganggap aksi serangan siber itu sebagai tindakan perang.

Dalam wawancara dengan CNN, Obama menyebut serangan siber tersebut sebagai “contoh yang sangat mahal” dari vandalisme siber.

Korut termasuk dalam daftar pendukung terorisme selama 2 dekade hingga tahun 2008, setelah Korut setuju untuk melakukan verifikasi penuh atas fasilitas-fasilitas nuklirnya.

Pada hari Sabtu AS juga mendesak Cina untuk turut membujuk Korut menghentikan serangan sibernya. Namun belum ada respon dari Cina atas permintaan tersebut. Demikian BBC menyebutkan.

Pada hari Jumat (19/12) kepolisian federal AS (FBI) menyatakan bahwa Korut telah melakukan serangan siber terhadap Sony Pictures sehingga skrip asli film “The Interview” dan beberapa e-mail penting perusahaan itu hilang.

Pada hari Sabtu pemerintah Korut menawarkan kerjasama penyelidikan atas serangan itu, namun ditolak AS.

“Jika Korut ingin membantu, mereka harus mengakui kejahatan mereka dan memberikan ganti rugi kepada Sony atas kerusakan yang mereka timbulkan,” kata jubir US National Security Mark Stroh kepada wartawan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL