ALLOY EXPRESSOslo, LiputanIslam.com — AS menambah kekuatan militernya di Norwegia. Sebagian besar peralatan-peralatan tempur AS itu ditempatkan di beberapa gua buatan di bawah tanah.

Sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Press TV, Kamis (14/8), sejumlah besar tank dan kendaraan lapis baja baru telah ditempatkan di sejumlah gua buatan bawah tanah yang dilengkapi perlengkapan pengontrol suhu.

Gua-gua bawah tanah dan perlengkapan tempur di dalamnya yang berada di Norwegia merupakan bagian dari program “global prepositioning” korps marinir AS. Demikian laporan Washington Post, Selasa (12/8).

Program yang jarang diketahui publik itu dimulai sejak era perang dingin, sebagai cara Amerika mengantisipasi kebutuhan perlengkapan tempur di berbagai wilayah di dunia dalam konflik militer melawan Uni Sovyet.

Di Norwegia program ini dimulai tahun 1981 dengan pembangunan sistem gua buatan, dengan korps marinir menjadi penanggungjawabnya.

Menurut Washington Post, dephan AS memiliki lebih dari 65.032 meter persegi ruangan bawah tanah di Norwegia, termasuk 6 gua buatan dengan pengatur suhu serta 2 landasan terbang.

Sebagian besar dari peralatan tempur di dalam gua itu telah digunakan dalam perang Afghanistan dan Irak. Pada Februari lalu sejumlah perlengkapan tempur dikeluarkan untuk mengikuti latihan tempur “Exercise Cold Response 2014”.

AS memutuskan menambah peralatan militernya di Norwegia di tengah ketegangan antara Rusia dengan Nato terkait dengan konflik di Ukraina timur.

Pada bulan Mei lalu, dalam sebuah wawancara dengan Press TV, guru besar ilmu politik AS James Petras mengatakan, AS tengah menerapkan strategi mengepung Rusia dan dunia kini tengah bergerak menuju krisis yang lebih serius dari krisis nuklir Kuba tahun 1962. Ketika itu AS memblokade Kuba dan mengancam akan menyerang negara sekutu Rusia itu setelah diketahui Rusia telah menempatkan rudal-rudalnya di sana.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL