monsanto-copy5-1024x614San Salvador, LiputanIslam.com — AS kembali menunjukkan watak tidak baiknya dengan memaksa sekutu lemahnya, El Salvador, untuk membeli produk-produk rekayasa genetik yang kontroversial. Hal itu sebagai syarat bagi dikucurkannya program bantuan senilai ratusan juta dolar.

Menurut lembaga swadaya pemantau produk-produk rekayasa genetik “Sustainable Pulse”, AS mengancam akan membekukan bantuan senilai $277 juta untuk program Millennium Challenge Compact jika El Salvador menolak membeli produk-produk modifikasi genetik berupa benih yang dibuat oleh Monsanto Company.

Menurut laporan tersebut bantuan tersebut telah ditahan AS sejak tahun lalu setelah AS secara mengejutkan mengajukan syarat El Salvador melakukan “reformasi ekonomi dan lingkungan”, yang ujung-ujungnya adalah pembelian benih-benih buatan Monsanto.

Dalam pernyataannya kepada media lokal, Ketua El Salvadoran Center for Appropriate Technologies (CESTA), Ricardo Navarro, mengkritik keras sikap AS tersebut dan menuntut AS membatalkan tuntutannya. Ia menuduh program tersebut hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan-perusahaan AS dan merugikan para petani lokal.

“Saya ingin mengatakan kepada Dubes AS untuk menghentikan tekanannya terhadap pemerintah El Salvador untuk membeli “benih-benih modifikasi”,” kata Navarro.

Navarro secara khusus juga mengecam Monsanto, perusahaan yang terkenal dengan kontroversinya terkait masalah lingkungan dan kesehatan.

“Tidak ada perusahaan yang paling berbahaya di planet ini kecuali yang bernama Monsanto … ini sungguh mengganggu bahwa AS berusaha mempromosikana mereka (Monsanto),” tambahnya.

Di Eropa benih-benih buatan Monsanto telah menjadi

obyek kritikan tajam publik yang sudah memiliki kesadaran lingkungan dana kesehatan setelah diketahui produk-produk Monsanto mengandung bahan-bahan berbahaya. Pada bulan Maret Perancis melarang penjualan produk insektisida tanaman jagung, MON 810, setelah diketahui produk tersebut justru membuat hama menjadi kebal. Pemerintah Bulgaria bahkan memerintahkan pembakaran ribuan hektar kebun jagung yang ditanami oleh benih-benih buatan Monsanto.

Kritikan terhadap produk-produk Monsanto juga tengah ramai di beberapa negara Amerika Selatan, termasuk El Salvador yang tahun lalu mengeluarkan larangan bagi produk pestisida buatan Monsanto, Roundup sebagaimana produk-produk pestisida lainnya.

Langkah serupa juga tengah dilakukan pemerintah Brazil, ketika Jaksa Agung negeri ini mendesak Badan Pengawas Kesehatan untuk mengevaluasi kembali beberapa bahan berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, termasuk glyphosate yang terdapat dalam produk-produk insektisida buatan Monsanto. Bahan ini dicurigai menjadi penyebab penyakit ginjal yang telah menewaskan ribuan orang di El Salvador, Sri Lanka, Nicaragua, Costa Rica, dan India.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL