Washington, LiputanIslam.com—Pemerintah AS menyatakan tidak akan mengakui hasil pemilu presiden Venezuela yang digelar pada Minggu (20/5/18) kemarin.

Wakil menlu AS John Sullivan memberikan pengumuman tersebut dalam sebuah konferensi pres. Ia menegaskan bahwa Washington masih mempertimbangkan secara aktif penjatuhan sanksi yang ketat atas industri minyak Venezuela.

Sebelum ini AS telah menjatuhkan sanksi kepada negara Latin ini yang ditujukan untuk memperlemah ekonomi dan mencegah perusahaan minyak negara dari akses ke pasar AS.

Pada awal bulan ini, pemerintah Presiden AS Donald Trump menjatuhkan sanksi kepada sejumlah perusahaan dan pejabat Venezuela, dengan tuduhan keterlibatan dalam penjualan narkotika.

Presiden Nicolas Maduro, yang kembali mencalonkan diri untuk periode keduanya, mengatakan bahwa AS telah berkomplot dengan kelompok oposisi Venezuela untuk menjatuhkan pemerintahan sosialisnya.

Selama ini, pihak oposisi menyalahkan Maduro karena tidak becus mengendalikan ekonomi negara dan menuduhnya memiliki kecenderungan sebagai diktator.

Meskipun begitu, Maduro diprediksikan akan memenangkan pemilu ini melawan kandidat dari oposisi, Henri Falcon. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*