New York, LiputanIslam.com—Pemerintah Amerika Serikat memberikan peringatan formal bahwa mereka akan mundur dari Dewan HAM PBB sampai lembaga tersebut tak lagi “bias anti-Israel yang kronis.”

“AS mempertimbangkan partisipasi [di PBB] dengan hati-hati. Kami melihat beberapa hal yang salah… Penting bagi lembaga ini untuk membahas bias anti-Israel kronis mereka jika mereka punya kredibilitas,” ujar Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, dalam forum Geneva pada Selasa (6/6/17).

Haley menegaskan, PBB harus “berhenti menargetkan Israel sebagai objek kritikan” dalam konflik Israel-Palestina.

“Ketika dewan ini mengeluarkan lebih dari 70 resolusi melawan Israel, Anda tahu pasti ada yang salah,” tulisnya.

Dia juga menuduh PBB telah “menutup-nutupi kebrutalan” dengan menerima negara-negara seperti Venezuela dan Kuba sebagai anggota baru. Namun, Haley tidak menyebut Arab Saudi, yang penerimaannya di Dewan HAM PBB memancing kemarahan dari aktivis-aktivis HAM.

PBB dilaporkan berencana membuat blacklist perusahaan-perusahaan yang berbisnis dengan pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat.

Pemerintah Donald Trump bukanlah rezim yang pertama kali menekan PBB agar berhenti mengkritik Israel. Mantan Presiden George W. Bush juga pernah memboikot Dewan HAM PBB pada 2007, namun presiden selanjutnya, Barack Obama, memutuskan untuk kembali bergabung dengan lembaga tersebut. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL