roket rusia untuk asWashington DC, LiputanIslam.com — Dua perusahaan penerbangan dan pembuat pesawat AS, Lockheed Martin dan Boeing, melalui perusahaan patungan mereka, United Launch Alliance (ULA), telah memesan 20 mesin roket dari Rusia. Hal ini dimungkinkan setelah Congress (legislatif AS) mencabut larangan pembelian peralatan itu dari Rusia.

Seperti dilaporkan Press TV, United Launch Alliance mengumumkan, Rabu (23/12), bahwa pihaknya telah memesan 20 mesin roket baru RD-180 dari Rusia. Mesin-mesin itu akan digunakan untuk mendorong roket Atlas 5, hingga roket baru buatan AS bisa dibuat dan lolos uji.

Jessica Rye, Jubir ULA, mengatakan bahwa Rusia akan mulai mengirimkan mesin-mesin roket itu segera setelah pesanan sebelumnya diterima. Selama tahun ini Rusia telah mengirim delapan mesin roket, kata Rye.

Perusahaan itu telah memesan 29 mesin roket sebelum tahun lalu, sebelum sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS terhadap Rusia terkait konflik Ukraina, membuat pesanan itu dibatalkan.

Pesanan baru sebanyak 20 mesin dilakukan setelah Congress mengijinkan pembelian roket-roket buatan Rusia pada tahun fiskal 2016 mendatang.

Sementara itu Pejabat Kemenhan AS yang bertanggungjawab atas pembelian peralatan militer, Frank Kendall, mengatakan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk tidak menggunalan roket-roket buatan Rusia.

Namun, kesepakatan itu mendapatkan kritikan tajam senator John McCain yang dikenal anti-Rusia. Ia menuduh pemerintah telah menerapkan ‘standar ganda’ dalam masalah ini.

Pengumuman ini sekaligus bertolak belakang dengan pengumuman badan penerbagan antariksa AS, NASA, baru-baru ini yang mengatakan akan menghentikan penggunaan roket-roket buatan Rusia. Untuk itu NASA telah menghabiskan miliaran dollar kepada Boeing dan SpaceX untuk mengembangkan roket pengganti roket Soyuz buatan Rusia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL